3 Anggota MKD Golkar yang Datangi Luhut Jelas Melanggar Kode Etik

3 Anggota MKD Golkar yang Datangi Luhut Jelas Melanggar Kode Etik

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 14 Des 2015 12:16 WIB
3 Anggota MKD Golkar yang Datangi Luhut Jelas Melanggar Kode Etik
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Tiga anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang semuanya dari Golkar hadir di jumpa pers Menko Polhukam Luhut Pandjaitan. Mereka dianggap melanggar kode etik.

Rapim MKD sebenarnya sudah memutuskan untuk tidak hadir di jumpa pers Luhut. Namun, trio Golkar masih tetap hadir.

"Undangan itu kita terima melalui fax. Dalam rapim, kami putuskan menolak tidak datang (ke jumpa pers Luhut)," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rapim itu berlangsung pada Jumat (11/12) siang hari sementara jumpa pers Luhut diadakan sore harinya. Tiga anggota yang hadir di kantor Luhut adalah Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir dan dua anggota yaitu Ridwan Bae dan Adies Kadir.

Mereka hadir meski Luhut sudah dijadwalkan sebagai saksi. Padahal, anggota MKD seharusnya menjaga independensi seperti diatur di kode etik.

"Kami memutuskan tidak hadir karena itu melanggar kode etik pasal 11," ucap politikus PDIP ini.

Tiga anggota itu pun dianggap sudah melanggar kode etik. "Menurut saya begitu," imbuh Junimart.

Aturan itu ada di Peraturan DPR nomor 1 tahun 2015 tentang Kode Etik DPR. Berikut bunyinya:

Pasal 11

(1) Anggota MKD harus bersikap independen dan bebas dari pengaruh fraksinya atau pihak lain dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya.

Karena melanggar kode etik, objektifitas trio Golkar pun diragukan. Bisa saja mereka nanti dilarang mengikuti sidang Luhut.

"Kita lihat apakah mereka bisa ikut bersidang atau enggak," ujar Junimart.  

Salah satu anggota, Ridwan Bae mengaku tidak tahu bahwa Luhut sudah dijadwalkan akan dipanggil sebagai saksi. Dia pun mempertanyakan sisi tidak etis dari kehadirannya.

"Saya tidak tahu kalau Luhut diundang hari Senin. Saya baru tahu pas jumpa pers. Kehadiran saya adalah dilandasi, pertama mau tahu informasi yang ada. Kedua, keberanian saya untuk ketemu Luhut adalah karena di depan wartawan yang begitu banyak. Kenapa mesti ragu?" ujar Ridwan.

(imk/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads