6 Penyidik Polri ke Filipina Periksa 2 WNI, Minggu

6 Penyidik Polri ke Filipina Periksa 2 WNI, Minggu

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2005 14:20 WIB
Jakarta - Pemerintah Filipina telah memberikan akses kepada Polri untuk memeriksa 2 WNI yang ditangkap aparat di Filipina. Rencananya 6 anggota tim penyidik Polri akan ke Filipina pada Minggu 6 Maret 2005.Kedua WNI itu adalah Mohamad Nasir Hamid asal Pare Pare dan Mohamad Yusuf Karin alias Pais asal Sukoharjo."Kita sudah diberikan akses. Hari Minggu ini akan berangkat. Enam orang dari petugas kami akan berangkat ke Filipina untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang disebutkan itu," kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2005).Hingga kini, lanjut dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah identitas 2 WNI itu merupakan identitas yang sebenarnya. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, tidak sedikit orang menggunakan identitas dan nama berbeda dengan yang sebenarnya."Ya begini, karena identitas orang itu sendiri kan belum jelas. Mengaku nama ini dan sebagainya. Orangnya bisa sama tapi namanya berbeda. Untuk itu identitas mereka akan dicocokkan dengan sejumlah saksi di Indonesia yang mungkin mengenal mereka," ujar Da'i.Sebelumnya dia menyatakan, berdasarkan informasi Polri, kedua WNI tersebut tidak memiliki catatan kriminal ataupun aktivitas pengeboman di Indonesia.Nasir dan Pais ditangkap ketika turun di Ppelabuhan Zamboanga Filipina pada 17 Desember 2004 dengan tuduhan kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Awalnya mereka hanya ditahan karena dokumen keimigrasian yang kurang lengkap lantaran masuk ke Malaysia tanpa izin, lalu masuk ke Filipina juga tanpa izin.Dalam perkembangan kasusnya ada tuduhan baru. Mereka disebut sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI). Menurut Kepala Intelijen Polisi Filipina Ismael Rafanan, mereka bersama warga Malaysia Ted Yolanda memimpin sebuah basis pelatihan JI di kawasan Gunung Kararo di Mindanao. Mereka merencanakan bom-bom mobil dan ahli soal itu. Mereka siap melatih sekelompok orang untuk melakukan serangan bom mobil. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini