Sidang dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB, Senin (14/12/2015). Sidang itu akan dipimpin oleh Wakil Ketua MKD asal Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
"Iya, yang jelas nggak drop lagi. Gua nggak pakai persiapan, ada di kepala gua pertanyannya," ucap Dasco saat berbincang santai dengan detikcom, Sabtu (12/12/2105) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sufmi Dasco Ahmad |
Baca juga: Siap Hadir ke MKD, Luhut: Kalau Enggak Terbuka Ngapain?
Luhut sendiri sudah mengadakan jumpa pers soal namanya yang disebut 66 kali dalam rekaman 'papa minta saham'. Dia menyatakan kesiapannya untuk hadir.
"Oh, siap (memenuhi panggilan MKD). Saya yang minta dipanggil kok. Saya engak ada kata enggak siap," kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (11/12/2015).
Luhut juga menginginkan agar sidang digelar terbuka. Dia tak ingin menutupi jalannya sidang, karena menurut dia persidangan tertutup tidaklah adil.
Baca juga: Beredar Transkrip Lengkap Pembicaraan Novanto, Luhut Disebut 66 Kali
Yang jelas, nama Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, taipan minyak Reza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Pembicaraan itu memuat bagi-bagi saham dan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Papua.
Dalam rekaman, Reza menyatakan ada pemikiran pembangunan PLTA itu, lantas Maroef Sjamsoeddin (MS) bertanya siapa gerangan yang bakal memiliki saham PLTA itu. Riza menjawab, Luhut-lah yang bakal memiliki saham itu. Setya Novanto (SN) juga urun suara dalam perbincangan yang terekam itu. Berikut petikan catatan rekaman itu:
MS: Yang sahamnya itu juga maunya Pak Luhut itu jaminan guarantee itu dari Freeport untuk saham itu. Seperti dulu yang dilakukan oleh Freeport kepada pengusaha.
SN: Pak Luhut pernah bicara dengan Jim Bob di Amerika.
MR: Jadi kalau itu bisa diolah, ini rahasia yang tahu cuma kita berempat ya Pak. Diolah gituโฆ
MS: Pak itu harus ada yang perlu dihitung Pak sekarang. Waktunya tinggal 6 minggu dari sekarang. Dari enam isu yang saya kasih Pak Ketua itu, waktunya tinggal 6 minggu dari sekarang. Kalau itu tidak keluar, katakanlah 23 Juli nanti, tanggal 1 Juli tidak ada kepastian, maka kita akan arbitrase internasional. (imk/tor)












































Sufmi Dasco Ahmad