Toleransi, Toko dan Restoran Diminta Tak Wajibkan Pegawai Muslim Pakai Topi Santa

Toleransi, Toko dan Restoran Diminta Tak Wajibkan Pegawai Muslim Pakai Topi Santa

Salmah Muslimah - detikNews
Senin, 14 Des 2015 08:05 WIB
Toleransi, Toko dan Restoran Diminta Tak Wajibkan Pegawai Muslim Pakai Topi Santa
Foto: Getty Images
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau toko dan restoran tak mewajibkan pegawai muslim memakai topi santa. Ada baiknya, atas nama toleransi tidak ada paksaan terkait simbol keagamaan.

"Saya berharap tidak ada pemaksaan bagi siapapun untuk memakai simbol agama tertentu. Cukup menggunakan seragam tokonya saja," jelas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis, Senin (14/12/2015).

MUI memang tak membuat imbauan khusus, terkait dengan fenomena pegawai mal di toko atau restoran memakai atribut agama tertentu. Yang terbaik adalah tidak ada paksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara umum MUI menghormati atas keyakinan dan acara keagamaan agama lain. Bagi umat Islam diminta menghormati hak ibadah umat lain," jelas dia.

"Menghormati tak berarti mengikuti cara ibadah orang lain. Topi sebagai simbol agama lain biarkan, itu adalah pakaian mereka. Sedangkan umat islam cukup pakai kopiah saja," tutup dia. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads