"Normalnya apa yang harus digali visi dan misi tiap calon, apa strategi calon dalam pemberantasan korupsi, apa yang akan dilakukan capim KPK, dan apa yang akan dilakukan pemimpin KPK di masa pimpinannya ke depan," kata Aradila saat dihubungi detikcom, Minggu (13/12/2015) malam.
Menurut Aradila, Komisi III DPR dapat menilai dan melihat visi para capim KPK. Anggota dewan juga harus menggali ide dan gagasan para calon dalam pemberantasan korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPR ditegaskan Aradila harus memilih capim KPK dengan cermat, bukan memilih calon yang disukai atau calon yang memiliki 'masa lalu tersembunyi' sehingga bisa dijadikan kartu AS bagi anggota dewan.
"Misal pada jilid ketiga ada ranking pansel mana capim yang terbaik, tapi yang dipilih DPR adalah orang-orang yang tidak dalam ranking pansel. DPR pada waktu itu memilih orang-orang yang bisa dimainkan kartu ASnya," imbuh Aradila.
"Kalau orang-orang yang punya kartu AS dipegang DPR independensi pimpinan KPK ini akan diragukan, tentu dia tidak akan berani menghadapi orang-orang yang mengetahui track recordnya sebelumnya," sebut Aradila.
(Baca juga: Capim KPK Sujanarko, Alexander, Johan Budi dan Saut Situmorang Diuji DPR)
Hari ini Komisi III menguji 4 orang capim. "Empat orang capim yaitu Sujanarko, Alexander Marwata, Johan Budi dan Saut Situmorang," ujar Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/12/2015) malam.
Berikut jadwal uji kelayakan 4 capim hari ini:
1. Sujanarko pukul 10.00-12.00 WIB
2. Alexander Marwata pukul 13.00-15.00 WIB
3. Johan Budi pukul 15.00-17.00 WIB
4. Saut Situmorang pukul 19.00-20.00 WIB
(fdn/fdn)











































