Pria ini Kehilangan 5 Jari Akibat Peledak Buatannya Sendiri

Pria ini Kehilangan 5 Jari Akibat Peledak Buatannya Sendiri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 13 Des 2015 15:56 WIB
Pria ini Kehilangan 5 Jari Akibat Peledak Buatannya Sendiri
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Semarang - Sebuah ledakan terjadi di tengah kebun di Kelurahan Ngadirgo, Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah dan menyebabkan pria bernama Suratman (50) kehilangan lima jari tangan kirinya. Ledakan tersebut berasal dari peledak racikan Suratman sendiri untuk memecah batu.

Kapolsek Mijen Kompol Sapari mengatakan peristiwa terjadi hari Kamis (10/12) lalu. Ketika itu korban yang merupakan warga Desa Kongkong, Kelurahan Ngadirgo, Mijen tersebut bermaksud memecah batu di kebun untuk kemudian dijual.

"Korban membuat bahan peledak sendiri dari bahan belerang. Kemudian dia melubangi batu dan memasukkan bahan peledak buatannya itu," kata Sapari ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (13/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun nahas, ketika Suratman sudah meletakkan peledak di dalam lubang di batu dan menyalakan sumbunya, ternyata peledak aktif lebih cepat. Dalam sekejap ledakan terjadi dan tangan kirinya luka parah.

"Saat dinyalakan korban, ternyata bom atau mercon rakitannya itu meledak lebih cepat," tandas Sapari.

Lima jari tangan kiri korban hancur dan dia juga menderita luka di dada serta wajah akibat serpihan batu. Setelah ledakan terjadi, korban menahan sakit dan berusaha mencari bantuan dengan menaiki sepedanya.

"Setelah ledakan, dia pulang naik sepeda. Oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Sapari menegaskan pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa serpihan batu bercampur belerang serta menanyai saksi termasuk menggeledah rumah korban.

"Kami sudah geledah rumahnya, tapi belerang yang digunakan untuk bahan peledak belum ditemukan," tegasnya.

Korban masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih dalam penanganan intensif medis di RS Tugu Semarang. Meski belum ada keterangan korban, namun Sapari memastikan jika pembuatan peledak yang dilakukan korban itu melanggar aturan.

"Jika kondisinya sudah memungkinkan, akan kami mintai keterangan," tandasnya. (alg/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini