Kapolsek Mijen Kompol Sapari mengatakan peristiwa terjadi hari Kamis (10/12) lalu. Ketika itu korban yang merupakan warga Desa Kongkong, Kelurahan Ngadirgo, Mijen tersebut bermaksud memecah batu di kebun untuk kemudian dijual.
"Korban membuat bahan peledak sendiri dari bahan belerang. Kemudian dia melubangi batu dan memasukkan bahan peledak buatannya itu," kata Sapari ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (13/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat dinyalakan korban, ternyata bom atau mercon rakitannya itu meledak lebih cepat," tandas Sapari.
Lima jari tangan kiri korban hancur dan dia juga menderita luka di dada serta wajah akibat serpihan batu. Setelah ledakan terjadi, korban menahan sakit dan berusaha mencari bantuan dengan menaiki sepedanya.
"Setelah ledakan, dia pulang naik sepeda. Oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.
Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Sapari menegaskan pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa serpihan batu bercampur belerang serta menanyai saksi termasuk menggeledah rumah korban.
"Kami sudah geledah rumahnya, tapi belerang yang digunakan untuk bahan peledak belum ditemukan," tegasnya.
Korban masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih dalam penanganan intensif medis di RS Tugu Semarang. Meski belum ada keterangan korban, namun Sapari memastikan jika pembuatan peledak yang dilakukan korban itu melanggar aturan.
"Jika kondisinya sudah memungkinkan, akan kami mintai keterangan," tandasnya. (alg/dhn)










































