Bentrok itu terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Andi Mallombassang, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/12/2015). Sesaat sebelum adzan magrib berkumandang, Kasat Brimob Polda Sulsel AKBP Totok Lisdiarto menggunakan pengeras suara mengimbau pelaku bentrokan agar menghargai waktu salat magrib.
"Kami mohon pada warga agar tidak lagi melempar, kami hendak melaksanakan ibadah Salat Magrib, tolong jika kita sesama muslim hargailah kami," teriak Totok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat situasi mulai mereda, Wakapolda Sulsel Brigjen Ike Edwin kemudian menemui calon bupati Andi Maddusila di rumah adat Kerajaan Gowa Balla Lompoa, untuk membujuk agar menarik para pendukungnya dari sekitar kantor Panwaslu dan kantor KPUD Gowa.
"Dalam persaudaraan Kerajaan Nusantara, Wakapolda merupakan raja dari Lampung, beliau punya hubungan erat dengan Andi Maddusila, putra Raja Gowa terakhir, komunikasi mereka bisa lebih cair dan diharapkan bisa menenangkan pendukungnya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Frans Barung pada detikcom di kantor KPUD Gowa.
Saat ini sekitar 700 personel Polri masih bersiaga di sekitar kantor KPUD Gowa dan Panwaslu Gowa yang berada berhadapan. Selain itu, 3 unit mobil Water Canon juga diparkir di depan kantor KPUD Gowa.
Bentrok bermula saat massa pendukung pasangan calon di Pilkada 2015 itu berupaya merangsek ke kantor Panwaslu Gowa. Namun polisi lebih dulu memasang barrier kawat berduri sehingga terjadi bentrokan.
Massa menyerang polisi menggunakan batu, petasan, ketapel panah dan bom molotov ke arah barikade polisi. Sementara petugas kepolisian menghalau serangan massa dengan tembakan gas air mata dan menyiagakan tiga unit mobil water canon.
(mna/bal)










































