Bentrok Massa Pendukung Calon Bupati Gowa Reda, 700 Polisi Siaga

Bentrok Massa Pendukung Calon Bupati Gowa Reda, 700 Polisi Siaga

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Sabtu, 12 Des 2015 20:07 WIB
Bentrok Massa Pendukung Calon Bupati Gowa Reda, 700 Polisi Siaga
Foto: Bentrok polisi dan pendukung calon bupati (Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Bentrok terjadi antara pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Gowa Andi Maddusila-Wahyu Permana melawan polisi di depan kantor Panwaslu Gowa pecah sore tadi. Bentrok mereda setelah petinggi Polda turun ke lokasi.

Bentrok itu terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Andi Mallombassang, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/12/2015). Sesaat sebelum adzan magrib berkumandang, Kasat Brimob Polda Sulsel AKBP Totok Lisdiarto menggunakan pengeras suara mengimbau pelaku bentrokan agar menghargai waktu salat magrib.

"Kami mohon pada warga agar tidak lagi melempar, kami hendak melaksanakan ibadah Salat Magrib, tolong jika kita sesama muslim hargailah kami," teriak Totok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar pengumuman dari polisi, puluhan massa pendukung pasangan Andi Maddusila-Wahyu pun kemudian menarik diri ke kawasan rumah adat Balla Lompoa.

Saat situasi mulai mereda, Wakapolda Sulsel Brigjen Ike Edwin kemudian menemui calon bupati Andi Maddusila di rumah adat Kerajaan Gowa Balla Lompoa, untuk membujuk agar menarik para pendukungnya dari sekitar kantor Panwaslu dan kantor KPUD Gowa.

"Dalam persaudaraan Kerajaan Nusantara, Wakapolda merupakan raja dari Lampung, beliau punya hubungan erat dengan Andi Maddusila, putra Raja Gowa terakhir, komunikasi mereka bisa lebih cair dan diharapkan bisa menenangkan pendukungnya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Frans Barung pada detikcom di kantor KPUD Gowa.

Saat ini sekitar 700 personel Polri masih bersiaga di sekitar kantor KPUD Gowa dan Panwaslu Gowa yang berada berhadapan. Selain itu, 3 unit mobil Water Canon juga diparkir di depan kantor KPUD Gowa.

Bentrok bermula saat massa pendukung pasangan calon di Pilkada 2015 itu berupaya merangsek ke kantor Panwaslu Gowa. Namun polisi lebih dulu memasang barrier kawat berduri sehingga terjadi bentrokan.

Massa menyerang polisi menggunakan batu, petasan, ketapel panah dan bom molotov ke arah barikade polisi. Sementara petugas kepolisian menghalau serangan massa dengan tembakan gas air mata dan menyiagakan tiga unit mobil water canon.

(mna/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini