"Oleh sebab itu, kenapa saya terus ke lapangan, ke lapangan, karena dengan menguasai lapangan itulah kita bisa melihat adanya masalah, adanya problem, sehingga membangun sistemnya nanti yang sesuai yang betul-betul pas yang sesuai dengan zaman," ungkap Jokowi usai santap siang bersama blogger di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/12/2015).
Jokowi ingin mempraktikkan langsung jika berada di lapangan. Rupanya permasalahan selama ini yang menghambat pembangunan adalah regulasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengetahui permasalahan ini, Jokowi meminta regulasi dipangkas setidaknya hingga separuhnya saja. Dia tak ingin hanya ikut sistem yang sudah ada tanpa adanya perbaikan.
"Budaya kita membiasakan terbiasa dengan mengikuti sistem," ujar Jokowi.
Pria asal Solo itu kemudian bercerita saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sempat dia mengeluarkan kebijakan berupa e-budgeting yang rupanya tak bisa langsung dipraktikkan di lapangan.
Rupanya mengubah sistem yang sudah ada tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu adanya dukungan semua pihak, termasuk lembaga legislatif yang juga membuat regulasi.
"Saya waktu itu ternyata dua tahun tidak bisa. Ah gagal, diteruskan sekarang juga tahun pertamanya juga gagal karena ada intervensi dari dewan. Yang seperti itu yang saya kira sebetulnya kita punya masalah dan itu harus diubah tapi memang faktanya tidak segampang, itu tidak segampang itu," tutur Jokowi. (bpn/hri)











































