"Saya ingin anak-anak sekolah jangan bawa celurit, saya ingin mereka murid-murid kalau ketemu murid lain saling salaman, ucapkan salam, ucapkan sampurasun," ucap Bupati Dedi di tabligh akbar jelang HUT PGRI, di Kantornya, Jl Jend Ahmad Yani, Sabtu (12/12/2015).
Dia meminta para guru untuk menjadi orang yang paling peka terhadap para murid. Dengan begitu, menurut bupati yang sudah 2 periode memimpin ini, para guru dapat mengerti perasaan murid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Problem yang terjadi sekarang, guru di Purwakarta tidak mengerti problemnya, masa bupati yang lebih mengerti problem muridnya? Masa begitu!" tegas Dedi.
Ucapan Dedi ini membuat peserta tabligh akbar yang dihadiri 1.500 guru se Purwakarta terdiam sejenak. Para peserta seolah merasa tersentil atas ucapan Dedi. Sebagian dari mereka menunduk seperti malu menatap muka bupatinya.
Namun, Dedi tetap berusaha membuat suasana menjadi cair. Usai menyentil, Dedi mengumbar beberapa candaan. Acara tabligh akbar ini pun kembali jadi mencair dihiasi tawa peserta.
"Tetap saya akan memperjuangkan nasib guru, minimal kalau guru Oemar Bakrie dulu terkenal sepeda ontel, sekarang guru terkenal dengan Avanza meskipun Avanza-nya kalau di starter, bunyinya: kredit.. kredit..," canda Dedi. (rvk/hri)











































