Melihat Manuver Trio MKD Golkar Merapat ke Luhut

Melihat Manuver Trio MKD Golkar Merapat ke Luhut

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 12 Des 2015 07:12 WIB
Melihat Manuver Trio MKD Golkar Merapat ke Luhut
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Saat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan menggelar jumpa pers terkait kasus 'papa minta saham' Jumat (11/12) kemarin, ada tiga penggawa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang datang. Kebetulan trio MKD itu dari Partai Golkar semua.

Sekadar deskripsi, kebetulan Luhut sendiri juga berasal dari Partai Golkar. Namanya juga disebut 66 kali dalam rekaman pembicaraan 'papa minta saham'. Rekaman itu memuat pembicaraan yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto yang juga dari Golkar.

Tiga penggawa MKD dari Golkar adalah Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir, anggota MKD Ridwan Bae, dan Adies Kadir. Trio ini juga dikenal sebagai kolega Novanto, beranggapan Novanto tak bersalah dalam kasus 'papa minta saham'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luhut menyatakan, sebenarnya dia mengundang semua anggota MKD. Namun demikian, yang bisa hadir hanya tiga orang itu.

"Saya undang MKD, yang hadir hanya Pak Kahar Muzakir," kata Luhut sebelum mengakhiri konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/12) kemarin petang.

Anggota 'trio MKD' itu menjelaskan maksud manuvernya merapat ke tempat Luhut jumpa pers. Maksud manuver itu adalah memenuhi undangan Luhut, untuk mendengar persepsi Luhut.

"Kami menghadiri undangan beliau. Kenapa saya mau datang? Saya mau lihat juga apa yang terjadi versi Pak Luhut," kata Ridwan usai jumpa pers itu.

Melihat militansi trio MKD dari Golkar itu, apakah kasus 'papa minta saham' yang menyangkut Setya Novanto akan lebih terang benderang? Ataukah pembelaan kepada Novanto bakal lebih kuat? Agenda terdekat MKD adalah mendengarkan keterangan dari Luhut, Senin (14/12) nanti, tentu bakal menarik untuk disimak kerja MKD selanjutnya.

Bila melihat sikap personel trio MKD ini, yakni Ridwan Bae, agaknya persidangan etik di DPR itu bisa berkembang menjadi kian problematis, juga berisiko dipermasalahkan kelanjutannya. Ridwan ngotot minta ponsel Maroef Sjamsoeddin yang berisi rekaman 'papa minta saham', yakni pembicaraan yang melibatkan Novanto, pengusaha Reza Chalid, juga Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin si pemilik ponsel.

Sebagaimana diketahui, ponsel rekaman itu gagal didapat MKD dari Kejaksaan Agung. Itu karena Maroef tak mau memberikan ponsel itu ke MKD.

"Anda boleh datang berikan kami keterangan tapi kalau kita minta bukti asli, saudara tak berikan, itu tak bisa diteruskan. Harusnya seperti itu, tapi kita lihat bagaimana MKD. Selama itu aslinya enggak ada, harusnya kita setop," ucap Ridwan yang baru jadi anggota MKD saat kasus Novanto saja.

(dnu/kff)


Berita Terkait