Luhut Bakal Buka-bukaan di Sidang MKD, Apa yang Dibuka?

Luhut Bakal Buka-bukaan di Sidang MKD, Apa yang Dibuka?

Hardani Triyoga, Indah Mutiara Kami - detikNews
Sabtu, 12 Des 2015 06:25 WIB
Luhut Bakal Buka-bukaan di Sidang MKD, Apa yang Dibuka?
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan bertekad bakal buka-bukaan di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Senin (14/12) mendatang. Apa saja yang bakal dibuka Luhut dalam kasus 'papa minta saham' itu?

Yang jelas, nama Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, taipan minyak Reza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Pembicaraan itu memuat bagi-bagi saham dan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Papua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luhut menyatakan kesiapannya hadir dalam sidang MKD nanti. Dia sendiri memang berkeinginan mengklarifikasi segala dugaan-dugaan dahsyat yang menyeruak di paruh akhir 2015 ini.

"Oh, siap (memenuhi panggilan MKD). Saya yang minta dipanggil kok. Saya engak ada kata enggak siap," kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (11/12/2015).

Luhut juga menginginkan agar sidang digelar terbuka. Dia tak ingin menutupi jalannya sidang, karena menurut dia persidangan tertutup tidaklah adil.

Luhut sendiri percaya MKD dan ingin melihat, dan tentu saja menjalani, sidang MKD dengan tenang. Penggawa MKD yang berasal dari Partai Golkar juga datang ke jumpa pers Luhut kemarin, dia adalah Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir, Ridwan Bae, dan Adies Kadir. Seperti yang diketahui, Luhut juga berasal dari Partai Golkar.

Kini dia berbulat tekad menghadapi sidang MKD. Bahkan dia menyatakan jiwa tentaranya muncul dalam menghadapi kasus 'papa minta saham' ini. Sebagai mantan prajurit militer, dia berujar telah biasa menghadapi kematian, maka menghadapi persoalan MKD bukan masalah besar bagi dia.

"Jadi, saya ini tentara. Sepanjang saya enggak salah, saya akan hadapi dia. Jiwa tentara saya keluar," ujarnya.

Sekelumit Catatan Rekaman 'Papa Minta Saham'

Belum jelas betul materi apa yang bakal diungkapkan Luhut dalam sidang MKD nanti. "Ya materi apa yang saya tahu," kata Luhut di Bandung pada Jumat (4/12) lampau.

Namun yang jelas, persoalan kontrak karya Freeport di Indonesia dan pembangunan PLTA di Papua telah disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan 'papa minta saham'. Persoalan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden juga tentu perlu disikapi Luhut. Soalnya Presiden Jokowi sendiri sudah marah dengan aksi main catut yang menyangkut kewibawaan Kepala Negara RI itu.

Soal perpanjangan kontrak karya Freeport, Luhut menyatakan tak pernah sekalipun berpikir merekomendasikan perpanjangan izin Freeport sebelum 2018. Ini dinyatakan Luhut dalam keterangannya kemarin itu.

Bila membuka kembali rekaman 'papa minta saham' yang telah diperdengarkan di ruang sidang MKD, masalah perpanjangan kontrak freeport ini memang mengerikan. Pengusaha Reza Chalid mengucapkan kalimat yang menunjukkan risiko tinggi bila kontrak Freeport tak diperpanjang, meski entah ucapan itu benar atau tidak.

"Saya yakin Freeport pasti jalan. Kalau sampai Jokowi nekat nyetop, jatuh dia," kata pria berinisial MR itu dalam rekaman yang diperdengarkan dalam sidang MKD DPR, Rabu (2/12) lampau.

Rekaman yang memuat soal PLTA di Papua juga diperdengarkan dalam sidang MKD malam itu. Dalam rekaman, Reza menyatakan ada pemikiran pembangunan PLTA itu, lantas Maroef Sjamsoeddin (MS) bertanya siapa gerangan yang bakal memiliki saham PLTA itu. Riza menjawab, Luhut-lah yang bakal memiliki saham itu. Setya Novanto (SN) juga urun suara dalam perbincangan yang terekam itu. Berikut petikan catatan rekaman itu:

MS: Yang sahamnya itu juga maunya Pak Luhut itu jaminan guarantee itu dari Freeport untuk saham itu. Seperti dulu yang dilakukan oleh Freeport kepada pengusaha.

SN: Pak Luhut pernah bicara dengan Jim Bob di Amerika.

MR: Jadi kalau itu bisa diolah, ini rahasia yang tahu cuma kita berempat ya Pak. Diolah gituโ€ฆ

MS: Pak itu harus ada yang perlu dihitung Pak sekarang. Waktunya tinggal 6 minggu dari sekarang. Dari enam isu yang saya kasih Pak Ketua itu, waktunya tinggal 6 minggu dari sekarang. Kalau itu tidak keluar, katakanlah 23 Juli nanti, tanggal 1 Juli tidak ada kepastian, maka kita akan arbitrase internasional. ย 

Luhut juga menepis kebenaran permintaan saham Freeport untuk dia. Permintaan itu menurutnya tak masuk akal. Besaran 20 persen itu disebutnya sangat besar, bisa mencapai USD 1,8 miliar.

"Saya enggak pernah meminta saham Freeport," tepis Luhut kemarin.

Memang, dalam rekaman itu, ada angka 20 persen yang dipersepsikan sebagai peruntukan saham bagi Luhut. Kalimat dalam rekaman ini juga memuat bagian saham untuk Wapres Jusuf Kalla. Berikut adalah kalimat yang diucapkan oleh Reza (MR) dalam rekaman itu:

"Pak, kalau gua, gua bakal ngomong ke Pak Luhut janganlah ambil 20 persen, ambilah 11 persen, kasihlah Pak JK 9 persen. Harus adil, kalau enggak ribut," kata Reza (MR) dalam rekaman.

Secara umum, memang banyak betul nama Luhut disebut dalam rekaman itu. Presdir Freeport Indonesia, Maroef, pernah menyatakan penyebutan Luhut ini untuk meyakinkan serba-serbi bisnis soal Freeport.

"Pada penjelasan itu menurut pemahaman saya, pihak lawan berbicara saya berupaya meyakinkan saya bahwa urusan ini bisa diselesaikan dan juga bisa menegosiasikan ke Pak Luhut," kata Maroef dalam sidang MKD pada Kamis (3/12) lampau.

Terlepas dari persoalan rumit itu, sebenarnya tugas MKD DPR adalah menjalankan proses perkara dugaan pelanggaran etik. Yang jadi persoalan di DPR adalah menyangkut internalnya sendiri, lebih tepatnya adalah pucuk pimpinan DPR: Setya Novanto. (dnu/kff)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads