Padahal Presiden Jokowi dan Wapres Juduf Kalla (JK) juga tak hadir dalam pesta mantu Novanto. Apa alasan Luhut Pandjaitan yang hadir?
"Saya pergi ke pernikahan anaknya. Walaupun ada orang yang melarang saya untuk pergi. Tapi, saya dan dia kawan, karena dia banyak membantu hubungan kami bagus antar parlemen dengan pemerintah," tutur Luhut di ruang Bima, kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan, saya melihat salah apa kalau saya datang? Saya datang ke gereja dan ke resepsinya. Saya ingin mendidik kalian juga. Jangan kalian berkawan kalau hanya senang saja. Kalau dia salah, itu urusan dia. Tapi, soal perkawinan itu adalah perkawanan," sebut purnawirawan jenderal TNI bintang tiga itu.
Lantas, dia mengaku paham konsekuensinya bila datang ke resepsi pernikahan putri Novanto. Konsekuensi itu seperti hujatan kepada dirinya. Hal ini dijelaskan Luhut kepada Presiden Joko Widodo.
"Saya ditanya presiden soal itu perkawanan. Tapi, saya katakan kalau berkawan ya berkawan dan saya tahu konsekuensi menghujat saya. Tapi itulah cost pada suatu perkawanan," sebutnya.
Namun, Luhut menekankan dalam pertemanan dengan Novanto dan Reza, dirinya tak pernah melakukan perbuatan tercela.
"Tapi, asal Anda tahu saya tak pernah takut karena saya tak pernah sedikitpun melakukan apapun dengan saudara Novanto dan saudara Reza. Saya pernah belikan dia bakso di rumah saya, tapi dia belum bayar (tertawa)," kelakarnya. (hat/dnu)










































