"Mahasiswa yang meninggal ini tidak ada kaitannya dengan KLB hepatitis A," kata Direktur Kemahasiswaan IPB Sugeng Santoso kepada detikcom, Jumat (11/12/2015).
Menurut Sugeng, kampus IPB memang memberlakukan Keadaan Luar Biasa (KLB) Hepatitis sejak November sampai Desembar 2015. Hal ini karena ada sekitar 28 mahasiswa IPB yang terserang penyakit hepatitis di waktu yang bersamaan. Namun mahasiswi yang meninggal itu bukan karena penyakit hepatitis A yang sedang mewabah tetapi karena penyakit hepatitis B.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meninggalnya 7 Desember, karena kejadian waktunya berbarengan jadi ada yang menilai seolah-olah karena kejadian sekarang," tambah Sugeng.
IPB juga telah melakukan penyuluhan agar penyakit ini tidak meluas. Mereka juga menyebarka selebaran kepada mahasiswa di sekitar kampus.
"Melakukan penyuluhan dan pembagian selebaran kepada mahasiswa kami dan kepada seluruh pengelola kantin di sekitar kampus, bagaimana membuat makanan yang sehat. Penyuluhan ini kami lakukan juga dengan bekerjasama dengan Kemenkes," kata Sugeng. (slm/ndr)











































