"Donal Trump perlu belajar lagi tentang demokrasi di Amerika, dan perlu belajar tentang komunitas Islam," ujar Haedar Nasir di sela acara Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Hotel Garden Palace Surabaya, Jumat (11/12/2015).
"Saya yakin dia orang yang Islamophobia kesiangan. Hari ini kok masih begitu," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga tidak ingin, pemikiran Donal Trump juga terjadi di negara lain dan berlaku untuk agama lain. Misalnya, ada tokoh di Timur Tengah yang punya pandangan bahwa orang Kristen tertutup di negara sana.
"Kalau seperti itu jadinya apa," katanya.
"Saya pikir Donald Trump ya mewakili ultra konservatif di tengah kehidupan zaman modern dan kemajemukan," tandasnya. (roi/dra)











































