"Negara ini punya tatanan aturan. Jangan berdasarkan pada kepentingan dan jangan berdasarkan ada keinginan dan juga saya sudah katakan bahwa jangan karena kebencian kita pada seseorang membuat tidak adil," kata Sekjen Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).
Idrus lalu menyebut adanya pihak-pihak di eksekutif yang melanggar namun tidak ditindak penegak hukum. Dia mempertanyakan kenapa Novanto habis-habisan disorot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPR hasil Munas Ancol Priyo Budi Santoso sebelumnya mengatakan Golkar mulai memikirkan calon ketua DPR pengganti Novanto. Nama-nama seperti Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang, Zainudin Amali dan Aziz Syamsudin disebut.
Hanya saja, Idrus menegaskan bahwa kubu Agung Laksono sudah tidak punya kewenangan untuk mengusulkan hal-hal seperti itu. Pihaknya pun siap melawan.
"Agung Laksono tidak layak secara konstitusional mengajukan itu karena kepengurusannya sudah tidak sah, dibatalkan MA. Dan karena itu, yang dilakukan itu menjadi berlebihan. Kita tidak terima. Kita lawan itu," tegasnya.
Sebelumnya, desakan agar Novanto mundur datang dari internal dan eksternal DPR. Salah satunya juga dari Ketum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono.
(imk/van)











































