Hadapi MEA, JK 'Takut' Insinyur Pilih Kerja di Luar Negeri

Hadapi MEA, JK 'Takut' Insinyur Pilih Kerja di Luar Negeri

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Jumat, 11 Des 2015 12:54 WIB
Hadapi MEA, JK Takut Insinyur Pilih Kerja di Luar Negeri
Foto: Setwapres
Jakarta - Dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Karena persaingan yang ketat, Wakil Presiden Jusuf Kalla agak 'takut' para insinyur Indonesia bekerja di negara luar.

"Nah saya tidak pernah khawatir bahwa insinyur dari luar akan masuk ke Indonesia. Itu tidak. Teorinya sangat sederhana, trend profesi itu bergerak dari negara yang penghasilannya atau gajinya rendah ke tinggi, bukan sebaliknya," kata JK mengawali sambutannya dalam pembukaan Pra Kongres XX Persatuan Insinyur Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).

"Justru yang saya khawatirkan terjadi Insinyur kita ke negara lain,"sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, akan sedikit insinyur dari luar negeri yang datang ke Indonesia. Hal ini berdasar pada penghasilan yang akan mereka terima tak sebesar di negara-negara maju lainnya.

"Yang akan terjadilah insinyur kita akan ke Malaysia, Singapura karena pergerakan itu kemungkinannya di dua negara itu. Pasti orang Kamboja tidak ke sini atau kita tidak juga ke Kamboja atau Laos. Ngerti bahasanya juga kayak ular-ular, tidak paham kan?" guyon bekas Ketum Golkar itu.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia masih kekurangan insinyur, sedangkan sangat banyak pembangunan yang digenjot pemerintah. Karena itu, untuk membuat para insinyur tetap betah di Indonesia, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim ekonomi di Indonesia.

"Berbagai macam paket kebijakan kita memperbaikinya," pungkas JK. (mnb/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads