"Kita semua ingin menghomati dan menegakkan HAM, tapi bukan hanya karena HAM adalah amanah konstitusi, tapi kita menjunjung HAM karena kita ingin nilai-nilai kemanusiaan jadi dasar hubungan pemerintah dengan rakyat," kata Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam pidato Peringatan Hari HAM se-Dunia 2015 di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus diakui keadaan HAM di Tanah Air masih cukup banyak yang harus diselesaikan bersama. Penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu, penyelesaian agraria, pemenuhan hak kesehatan, hak dasar bagi kelompok terpinggirkan, penyandang disabilitas, kelompok minoritas, karena perbedaan etnis agama," jelasnya.
"Dan saya harap seluruh jajaran (pemerintah) di pusat, daerah, mempercepat penyelesaian HAM tersebut dengan baik," tambahnya.
Jokowi juga menegaskan, harus ada keberanian untuk merekonsiliasi kasus-kasus pelanggaran HAM, baik melalui jalur yudisial maupun non yudisial.
"Kemudian menghentikan tumpang tindih atas tanah. Menghentikan kekerasan dan kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi dan demonstrasi damai," imbuh Jokowi. (rjo/hri)











































