Agung Laksono dan Cak Imin Puji Gaya Berpolitik PM Najib Razak

Laporan dari Kuala Lumpur

Agung Laksono dan Cak Imin Puji Gaya Berpolitik PM Najib Razak

Rivki - detikNews
Jumat, 11 Des 2015 00:05 WIB
Agung Laksono dan Cak Imin Puji Gaya Berpolitik PM Najib Razak
Foto: Rivki/detikcom
Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak berpidato dalam sidang tahunan partai United National Malays Organisation (UNMO). Secara bergelora, PM Najib yang juga sebagai Presiden UNMO menyindir lawan-lawan politiknya.

Pidato yang berlangsung 90 menit itu menuai banyak pujian dari kalangan politikus Malaysia dan luar negeri. Gaya berpidato Najib yang berapi-api dipuji karena kesantunannya. Bahkan, dalam pidato yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, Malaysia, pidato tersebut dibalas standing applause oleh para delegasi asing yang merupakan pimpinan parpol dari luar Malaysia.

Pujian kepada Najib datang dari Ketum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono. Dia menilai pidato yang dilakukan Najib penuh gelora. Sindirian yang dilontarkan Najib kepada lawannya, dianggap Agung sangat santun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru saja kita mendengar pidato yang luar biasa, pidato politik yang berapi-api, penuh semangat tapi sangat santun," ucap Agung Laksono usai hadiri sidang tahunan UMNO, Kamis (10/12/2015).

Agung pun memberikan pujian kepada Najib dan menganggap sebagai orator ulung. Bahkan, menurut Agung, sikap ksatria Najib sangat ditonjolkan dalam pidato tersebut.

"Dia mengakui bahwa dia gentleman, dia berani dikritik asalkan lewat cara yang benar," ujar Agung yang juga sahabat Najib sejak lama.

Pujian serupa juga diberikan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin. Cak Imin menilai gaya pidato Najib sangat menarik dan menganggap gaya Najib merupakan cara berpidato Islam yang damai.
Foto: Rivki

Cak Imin juga menyampaikan kepada Najib untuk terus membangun Islam di dunia internasional dan memerangi kejahatan radikalisme.

"Sangat heroik sekali, sangat menarik sekali ditambah dari sisi ke-Islaman dan ke-Melayuan yang menyatu, sehingga kita sebut sebagai Islam yang damai," ujar Cak Imin.

Anggota Komisi IX DPR RI asal Golkar, Azhar Romli, juga memberikan komentar yang sama. Menurutnya, gaya pidato Najib yang sopan namun tetap memberi semangat patut dijadikan pembelajaran bagi politik Indonesia.

Romli juga memuji pidato Najib yang tak melupakan tanah kelahirannnya. Dalam pidato itu, Najib mengeluarkan perumpamaan yang berasal dari suku Bugis, Sulawesi yang juga merupakan daerah kelahiran PM Najib.

"Semua orang sangat antusias mendengarnya, bahkan memberikan apresiasi yang luar biasa dengan gaya kesopanannya dalam berpolitik dan tetap memasukan unsur-unsur Bugis itu sangat luar biasa," ucap Romli.

(rvk/Hbb)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini