"Adik mahasiswa asal Papua ini terkena pukulan anggota saat bentrok dalam demo 1 Desember lalu, sehingga di bagian kepalanya harus dioperasi," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak kepada detikcom, Kamis (10/12/2015).
Musyafak menjelaskan, ketika Niko mengalami luka pada saat demo, pihaknya langsung memberikan pengobatan di Biddokes Polda Metro Jaya. Saat itu, Niko langsung dipulangkan bersama teman-temannya yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bersangkutan mengalami fracture di kepalanya dan sudah dioperasi di RS Otak Nasional," jelasnya.
Niko dinyatakan telah sembuh dan diperbolehkan pulang pada Rabu (9/12) lalu. "Seluruh biaya pengobatannya kami yang tanggung dan dia juga berterimakasih kepada kami karena dirawat dengan baik," imbuhnya.
Selama dirawat di RS Otak Nasional, pihak kepolisian terus memantau perkembangan kesehatan Niko. Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya juga memberikan pengobatan gratis kepada ayah Niko karena menderit sakit mata.
Niko merupakan salah satu mahasiswa pengikut demo 1 Desember yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di sekitar HI. Niko terkena pukulan petugas yang mengamankan karena aksi para mahasiswa ini dinilai ilegal karena dilakukan tanpa memberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada polisi.
(mei/Hbb)











































