Tanggapi Pernyataan Trump, Dubes Inggris: Bukan Cermin Politik Modern!

Tanggapi Pernyataan Trump, Dubes Inggris: Bukan Cermin Politik Modern!

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Kamis, 10 Des 2015 19:38 WIB
Tanggapi Pernyataan Trump, Dubes Inggris: Bukan Cermin Politik Modern!
Foto: ilustrasi oleh Luthfy Syahban
Nusa Dua - Seruan bakal calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump soal larangan muslim ke Amerika Serikat disesalkan banyak pihak. Salah satu negara yang menyesalkan pernyataan tersebut adalah Inggris.

Menurut Duta Besar Kerajaan Inggris Moazzam Malik, pernyataan Trump sangat kontroversial. Dan pernyataan tersebut tidak mencerminkan gaya politik modern.

"Komentar-komentar yang diberikan oleh Trump sangat menyita perhatian kita. Dan menurut saya, pemerintah saya, komentar Trump tak sesuai dengan gaya hidup politik modern," kata Moazzam Malik di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah Inggris saat ini sedang merespon petisi yang menolak Trump untuk datang ke negara kami. Saat ini keputusan tersebut sedang diperdebatkan, apakah akan diubah jadi keputusan atau tidak," lanjutnya.

Inggris lanjut Moazzam, tidak setuju dengan komentar-komentar dari Trump. Saat ini sudah 370.000 warga Inggris yang menolak Trump masuk ke negara mereka.

Sebelumnya, Trump, meminta langkah penghentian yang 'total dan komplet' agar kaum muslim tidak memasuki Amerika Serikat. Trump merujuk jajak pendapat Center for Security Policy yang menunjukkan 'kebencian' kaum muslim terhadap warga Amerika bisa membahayakan negara.

"Tanpa melihat berbagai data jajak pendapat sekalipun, jelas bagi siapa saja bahwa kebencian tidak bisa dipahami. Dari mana kebencian ini berasal dan mengapa, kita harus mencari tahu," kata Trump.

"Namun, sampai kami mampu mengetahui serta memahami masalah ini dan seberapa besar bahayanya, negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan dari orang-orang yang meyakini jihad dan tidak punya pemahaman atau rasa hormat terhadap nyawa manusia," lanjut Trump. (yds/Hbb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads