Properti dan Tarif Angkutan di Solo Naik 15 Persen

Properti dan Tarif Angkutan di Solo Naik 15 Persen

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2005 13:05 WIB
Solo - Harga properti di Solo dan sekitarnya akan mengalami kenaikan hingga mencapai 15 persen. Harga itu merupakan penyesuaian terhadap harga material yang sudah naik. Sedangkan tarif angkutan kota disepakati juga naik sebesar sebesar 15 persen, namun di lapangan kenaikan harga melebihi angka tersebut.Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Solo Adib Adjiputra memaparkan kesulitan yang dialami para pengembang dan pengusaha bidang properti menyikapi dampak dampak kenaikan harga BBM yang diambil Pemerintah. Pasalnya belum lama ini mereka telah memutuskan adanya kenaikan harga."Namun demikian tidak mungkin dihindari terjadi kenaikan harga karena secara realistis ada kenaikan harga-harga meterial bangunan. Harga properti akan sangat tergantung pada harga material tersebut. Kenaikan harga properti nantinya akan mencapai 15 persen, namun kami masih menunggu waktu yang tepat," ujarnya di Solo, Jumat (4/3/2005).Sementara itu tarif angkutan kota di solo, baik angkuta maupun bus kota, disepakati mengalami kenaikan sebesar 15 persen. Harga tersebut telah ditetapkan oleh DLLAJ Kota Solo. Surat Keputusan kenaikan harga itu belum dikeluarkan karena masih akan dibahas dengan Organda, namun kenaikan tarif sudah terjadi dan bahkan melebihi harga kesepakatan.Dengan kenaikan itu maka tarif angkutan kota di Solo setalah SK dikeluarkan menjadi Rp 1.400 dari tarif semula Rp 1.200 untuk penumpang umum. Sedangkan tarif pelajar dari Rp 600 menjadi Rp 700. Namun kenyataan di lapangan, kenaikan tarif yang diterapkan para awak angkutan ternyata di atas angka itu. Sedangkan sebagian awak lainnya memilih tidak beroperasi.Widodo misalnya, pengemudi angkuta ini mengaku telah menaikkan harga mencapai 25 persen. Alasannya, jika mengikuti aturan yang diterapkan Pemkot tersebut maka dia tidak akan mampu memberikan setoran. "Dengankenaikan 15 persen itu kami hanya mempu membeli bensinnya," kata dia."Bahkan ada pula teman-teman yang menaikkan harga melebihi saya. Namun ada pula yang memilihi untuk tidak narik (beroperasi) dulu. Alasan mereka daripada narik dengan harga yang ditetapkan DLLAJ itu pasti akan mengalami kerugian. Padahal jika kalau minta bayaran lebih besar, para penumpang sering memprotes dengan alasan kenaikan tarif hanya 15 persen," lanjutnya. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini