"Presiden berharap (sidang) MKD berlangsung transparan dan terbuka. Keputusan itu bisa menjawab pertanyaan publik selama ini. Publik akan bertanya-tanya bagaimana selanjutnya. Jangan sampai kemudian harapan publik yang besar akan menjadi sirna," ujar Pramono usai bertandang ke Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).
Jokowi terus memantau perkembangan kasus ini. Pramono menambahkan, nama Jokowi disebut sebanyak 63 kali dalam rekaman. Baik itu atas nama pribadi sebagai Jokowi atau dengan sebutan 'presiden'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya langkah itu nanti urusan lain ya, tapi kan berkaitan dengan MKD posisi Presiden memang begitu," kata Pramono. (bpn/hri)











































