Banjir di Cipinang Melayu, Warga Belum Dapat Bantuan
Jumat, 04 Mar 2005 12:25 WIB
Jakarta -
Banjir melanda kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Meski ketinggian air mencapai 1 meter lebih, warga belum mengungsi. Bantuan bagi korban banjir juga belum disalurkan."Sampai saat ini belum ada bantuan. Kalau nanti malam hingga besok banjirnya tambah tinggi baru akan disediakan bantuan berupa makanan, tenda darurat. Kalau saya drop bantuan sekarang, nanti sore banjirnya surut kan tidak efisien. Lagipula, kebiasaan dari warga kalau belum 2 hari banjir belum surut mereka belum mengungsi," ungkap Lurah Cipinang Melayu Toha Judin kepada detikcom di kantornya, Jalan Inspeksi Tarum Barat, Kalimalang, Jumat (4/3/2005).Dikatakan dia, korban banjir mencapai 3.860 jiwa atau 792 Kepala Keluarga (KK). Banjir melanda 2 RW yakni RW 03 yang terkena banjir RT 10, RT 11, RT 12, RT 13 dan RT 14. Sedangkan, di RW 04 ada enam RT yang terendam banjir yakni RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5 dan RT 7.Lebih lanjut, Toha mengatakan jumlah wilayah yang menjadi korban banjir telah berkurang. "Sekarang ini keadaan sudah baik. Dulu ada 7 RW yang kebanjiran, sekarang tinggal 2 RW. Hal itu karena ada pengerukan dan gorong-gorong sudah lancar," imbuhnya.Mamat, warga Cipinang Melayu memilih tetap tinggal di rumahnya meski terendam banjir. "Banjir sudah biasa terjadi. Air mulai naik Kamis (3/3/2005) pukul 23.00 WIB. Saya belum ngungsi nanti saja," kata dia.Aktivitas warga setempat belum normal, beberapa orang tampak nongkrong di rumahnya yang berlantai II.
(aan/)










































