Hal itu diungkapkan Fadli Zon setelah diperiksa sebagai saksi dalam persidangan pencemaran nama baik dengan terdakwa pegiat antikorupsi, Ronny Maryanto.
Fadli Zon mengatakan kinerja Kejagung saat ini lebih ke politik. "Saya melihat kejaksaan sudah out of proportion karena Jaksa Agung ini Jaksa Agung Politik, pasti tindakannya lebih banyak politiknya daripada menegakkan hukum sehingga akhirnya dicari yang tidak ada," kata Fadli Zon, Kamis (10/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini seperti ada kedaruratan, menerima Dirut perusahaan asing tengah malam pukul 00.15. Apakah rakyat Indonesia lain bisa melaporkan Kejaksaan Agung pukul 00.15 tengah malam, hebat banget itu. Saya angkat topi kalau rakyat Indonesia semua bisa begitu," pungkas Fadli Zon.
"Ini agak ganjil, maka saya sebut ini ada konspirasi," tegasnya.
Fadli Zon menduga kuat adanya unsur politis dalam kasus 'Papa Minta Saham' itu. Menururtnya perbincangan dalam rekaman hanya obrolan 'warung kopi' dan belum terjadi tindak kejahatan.
"Tapi pasti ini politik bukan hukum," tutupnya. (alg/aan)










































