Seperti diketahui, Ahok awalnya mendapat dua undangan dari panitia acara peringatan HAKI, yaitu sebagai undangan dan sebagai pembicara. Namun belakangan undangan sebagai pembicara dibatalkan lewat email. Di email itu dituliskan bahwa pembatalan undangan Ahok sebagai pembicara atas arahan pimpinan KPK.
"Saya enggak tahu, tapi ada tulisan masukan dari pimpinan KPK yang saya juga enggak tahu siapa, pimpinan yang mana," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Ahok curiga pembatalan dirinya tampil di acara HAKI terkait kasus RS Sumber Waras yang kini sidang disorot oleh KPK. Peraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2013 ini bahkan menduga dirinya sedang diincar oleh oknum-oknum di KPK.
"Mungkin ada oknum-oknum di KPK yang ingin mengkriminalkan saya soal Sumber Waras," ujarnya.
Di acara HAKI tahun ini, meski tak datang, Ahok pun tetap mendapat penghargaan seperti di acara HAKI tahun 2006 lalu. Jika di tahun 2006 Ahok mendapat penghargaan tokoh antikorupsi, tahun ini dia mendapat penghargaan Pengendalian Gratifikasi.
"Penghargaan enggak bisa ngehindar dia," ujar Ahok soal penghargaan yang diterimanya tahun ini.
Pihak KPK sudah mengklarifikasi soal undangan untuk Ahok yang dibatalkan. Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji menyebut telah terjadi miskomunikasi. Menurutnya, yang dibatalkan adalah jadwal Ahok untuk mengisi materi karena ada perubahan agenda, namun KPK tetap mengundang Ahok untuk hadir, bahkan Gubernur DKI itu dijadwalkan akan menerima penghargaan.
Saat ini seluruh pimpinan KPK sedang berada di Bandung, di acara Festival Antikorupsi. Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang ditanya soal siapa pimpinan KPK yang membatalkan kehadiran Ahok tak mau menjawab pertanyaan.











































