Acara tersebut bagian dari puncak Festival Antikorupsi 2015 di Kota Bandung. Ikrar ditandai cap telapak tangan ini merupakan simbol komitmen diri dalam menegakkan mental dan menjaga keluarga dari perilaku yang tak baik. Sejak Februari 2015, komunitas Rumpun Indonesia mengumpulkan cap tangan yang dibubuhkan di atas kain perca yang sehelainya berukuran 30 sentimeter x 42 sentimeter.
"Sekarang yang dibentangkan berjumlah 10 ribu kain perca. Artinya ukurannya sekitar 30 meter x 41,6 meter. Kalau sudah terkumpul ada 20 ribu kain perca. Aksi perca integritas ini dikumpulkan dari berbagai lapisan masyarakat di 22 kota di Indonesia," kata penggagas kain perca sekaligus anggota Rumpun Indonesia, Aryani Murcahyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi komitmen ini berawal dari keprihatinan sekelompok perempuan atas banyaknya masalah yang timbul karena perilaku, salah satunya ialah korupsi," ujar Aryani.
Proses pembentangan perca integritas itu diramaikan penari Ine Arini berkolaborasi dengan Ade Rudiana. Kolaborasi mereka melibatkan ratusan penari dan pemain musik.
Usai dibentangkan, sambung Aryani, kain perca integritas tersebut akan dipamerkan selama 20 hari ke depan di ruang perpustakaan Alun-alun Bandung. "Beberapa tokoh yang sudah cap telapak tangan pada perca ini antara lain Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta) dan Anies Baswedan (Mendikbud)," kata Aryani.
Gerakan #percaintegritas diciptakan guna menjadi inspirasi bagi masyarakat agar bisa meneruskan semangat antikorupsi. "Semoga masyarakat meneruskan gerakan antikorupsi ini agar tidak berhenti pada sebatas selebrasi saja," ucap Ketua Konsorsium Festival Antikorupsi Marintan Sirait. (bbn/hri)










































