Tim Depdagri Mulai Selidiki Tawuran STPDN
Jumat, 04 Mar 2005 11:30 WIB
Sumedang - Mendagri M Ma'ruf mengaku akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kampus STPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (4/3/2005). Tapi hingga kini tidak ada tanda-tanda Ma'ruf akan hadir."Dalam rapat kerja di DPR kemarin, kami memang mendengar Pak Menteri akan sidak ke sini. Tapi hingga kini kami tidak ada informasi," kata Ketua STPDN I Nyoman Sumaryadi pada detikcom.Namun, tim dari Depdagri telah tiba untuk menyelidiki insiden tawuran STPDN tersebut. Menurut Ketua STPDN I Nyoman Sumaryadi, tim Depdagri berjumlah 14 orang."Tim akan memeriksa kronologi kejadian, tingkat pengambilan keputusan, situasi dosen, pengasuh, dan praja. Semua akan dievaluasi," jelas Nyoman.Seperti diketahui, STPDN saat ini dalam proses integrasi ke dalam Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Peleburan dilakukan pasca kasus penganiayaan praja tingkat I oleh seniornya yang memancing reaksi negatif masyarakat pada tahun lalu.Praja tingkat pertama mendapatkan pengajaran dengan kurikulum baru. Hal ini diakui Nyoman menjadi potensi konflik tersendiri. "Praja tingkat I dan II kita laksanakan pola pengasuhan sesuai format sekarang (kurikulum baru di IPDN). Tapi tingkat IV masih menggunakan pola indoktrinasi dan pressure, membolehkan tindakan "fisik", dan ada egoisme tingkat. Itu dua konflik yang menjadi masalah di STPDN," urai Nyoman.Diharapkan jika integrasi telah tuntas dan kurikulum yang digunakan seragam, produk sekolah calon camat itu akan lain. Demikian harapan Nyoman yang juga Plt Purek III IPDN.
(nrl/)











































