Dialog dengan SBY, Nelayan Desa Labuhan Minta Tidak Digusur
Jumat, 04 Mar 2005 11:32 WIB
Pandeglang - Pemukiman nelayan di Desa Labuhan, Pandeglang, Banten, akan digusur untuk pembangunan pelabuhan terpadu. Para nelayan pun meminta bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak menggusur mereka.Permintaan ini disampaikan tokoh masyarakat Desa Labuhan, Sartya Wijaya, dalam dialog dengan Presiden SBY. Dialog digelar di tengah kunjungan Presiden SBY dan rombongan ke perkampungan nelayan itu, Jumat (4/3/2005).Sartiya Wijaya (50), menyampaikan keluhan ini karena perumahan nelayan berada di bibir pantai berdiri di atas lahan milik pemerintah. Dan Pemkab Pandeglang berencana membangun pelabuhan terpadu yang kemungkinan akan menggusur rumah warga. Sartiya, yang sehari-hari adalah juru lelang ikan di tempat pelelangan ikan,juga meminta agar pembangunan tanggul penahan ombak diteruskan dari 400 meter menjadi 1000 meter agar perkampungan dan kapal-kapal yang berlabuh aman dari terjangan ombak badai saat musim badai tiba.Atas permintaan itu Presiden SBY menjawab, "Nanti Pak Menteri Kelautan akan berkoordinasi dengan bupati dan pemerintahandi sini untuk mencari solusi yang bagus. Jangan gusur-gusur begitu," katanya.Kebetulan baik Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dan Bupati Pandeglang HA Dimyati Natakusumah juga hadir di tempat itu. Freddy mendampingi presiden, dan Dimyati menyambut serta mendampingi.Sudah dengar sendiri instruksi SBY kan Pak Menteri dan Pak Bupati?
(gtp/)











































