Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, menyebut bahwa Reza tengah berada di luar negeri. Di mana tepatnya? Yasonna tak mengungkapnya.
Terlepas dari itu, Kejagung sudah melayangkan undangan bagi Reza untuk dimintai keterangannya pada Senin (7/12) lalu, tapi Reza urung datang. Tak pantang menyerah, jaksa kembali mengundang Reza untuk hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Arminsyah enggan membeberkan kapan tepatnya Reza kembali diundang ke Gedung Bundar, markas Jampidsus. Yang jelas, tim intelijen Kejagung turut membantu pula dalam proses penyelidikan yang dilakukan Jampidsus.
"Kita sudah koordinasi dengan intelijen untuk mendukung tugas kita, untuk mendukung tugas penyelidikan kita," ujar Arminsyah, Selasa (8/12) lalu.
Sementara itu, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menegaskan keterangan Reza sangat penting. Reza diminta kooperatif bila dipanggil penegak hukum untuk diminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejagung termasuk pemanggilan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
"Kita berharap dia harus ada kesadaran, memenuhi kewajiban untuk dipanggil," kata Prasetyo saat dihubungi detikcom, Rabu (9/12/2015).
Tim penyelidik Kejagung memang tengah mendalami dugaan korupsi pemufakatan jahat dalam pembicaraan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia yang menyinggung permintaan saham dengan mencatut nama presiden dan wakil presiden. Bos Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dan Menteri ESDM Sudirman Said sudah memberikan keterangan. Tinggal giliran Reza Chalid dan Ketua DPR Setya Novanto. (dhn/dhn)










































