Anak Tukang Jamu Unggul Sementara di Pilkada Wonogiri

Anak Tukang Jamu Unggul Sementara di Pilkada Wonogiri

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 09 Des 2015 23:02 WIB
Anak Tukang Jamu Unggul Sementara di Pilkada Wonogiri
Foto: Ilustrasi oleh Luthfy Syahban
Jakarta - Berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan calon Joko Sutopo dan Edy Santosa unggul pada Pilkada di Wonogiri, Jawa Tengah. Joko Sutopo yang merupakan anak tukang jamu ini unggul dari rivalnya pasangan Hamid Noor Yasin dan Wawan Setya Nugraha.

Berdasarkan hasil quick count Pandawa Research, Joko unggul suara 53,79 persen. Sementara Hamid memperoleh dukungan 46,21 persen suara.

Metodologi yang digunakan dalam hitung cepat adalah Multistage Random Sampling dengan margin of error sebesar kurang lebih 1 persen. Partisipasi pemilih dalam Pilkada Wonogiri kali ini sebesar 66,51 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir dipastikan Pilkada Wonogiri dimenangkan oleh pasangan calon nomor urut dua Joko Sutopo dan Edy Santosa," ujar Direktur Eksekutif Pandawa Research Eka Kusmayadi usai melakukan hitung cepat yang dilakukan lembaganya, dalam siaran pers, Rabu (9/12/2015).

Eka menganalisa, kemenangan yang diperoleh Joko dan Edy dalam Pilkada Wonogiri karena figur keduanya yang populer dan dukungan kuat dari partai pendukung, tim sukses yang solid dan relawan yang solid.

"Faktor keunggulan pasangan Joko dan Edy dinilai karena figurnya lebih merakyat dan masyarakat Wonogiri berharap pasangan yang terpilih adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat," kata Eka.

Menanggapi hasil hitung cepat itu, calon bupati Joko Sutopo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Wonogiri atas partisipasinya dan pilkada Wonogiri yang berjalan dengan lancar. Joko mengatakan kemenangan di Wonogiri karena dukungan solid dan dilandasi semangat gotong royong seluruh elemen.

"Atas hasil hitung cepat itu, kami berterimakasih kepada pemilih yang memberikan kepercayaannya pada pasangan nomor urut dua. Kami berterimakasih kepada seluruh kader dan simpatisan PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, para relawan dan khususnya dukungan penuh senior saya Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Mas Bambang Pacul," ujar Joko Sutopo yang akrab disapa Mas Jekek.

Dia memaparkan selama proses pilkada, tim Joko-Edy berjuang sesuai dengan strategi yang disepakati. Sehingga serangan kampanye negatif pun bisa ditepis dengan baik.

"Kami berharap hasil hitung cepat ini tidak berubah dengan hasil real count. Kami akan mengikuti tahapan penghitungan yang dilakukan KPUD," ucap Joko yang dengan Edy selama masa kampanye disebut pasangan JOSS.

Joko lahir di Wonogiri pada 24 Januari 1974 lalu. Joko Sutopo dikenal sebagai 'preman' namun dalam konotasi yang positif. Dia figur yang setia kawan, sederhana dan berjiwa sosial tinggi. Dalam berbagai kesempatan bertemu masyarakat, Joko Sutopo bangga memperkenalkan dirinya anak seorang tukang jamu.

"Kami mohon doa masyarakat Wonogiri agar bisa mengemban amanah ini bila nanti ditetapkan secara resmi sebagai pemenang. Kami akan berusaha mewujudkan visi misi membangun Wonogiri dengan spirit gotong royong," tambah Mas Jekek.

Dalam pilkada ini, Joko-Edy berkompetisi dengan pasangan nomor urut satu yang mantan anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hamid Noor Yasin berpasangan dengan Ketua DPRD Wonogiri Wawan Setyo Nugroho. Pasangan ini didukung PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat.

(ega/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads