Nelayan Keluhkan Mahalnya Harga Solar pada Presiden SBY

Nelayan Keluhkan Mahalnya Harga Solar pada Presiden SBY

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2005 11:10 WIB
Pandeglang - Nelayan Desa Labuhan, Pandeglang, Banten, dalam dialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluhkan mahalnya harga solar. Sebab di kawasan ini tidak ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan para nelayan harus membeli dari pengecer.Keluhan ini disampaikan seorang nelayan saat berdialog dengan Presiden SBY di dermaga Desa Labuhan. Dermaga adalah satu tempat yang dikunjungi Presiden SBY dalam inspeksi mendadaknya ke perkampungan nelayan ini, Jumat (4/3/2005)."Sekarang solarnya makin mahal. Kan di sini tidak ada pengisian BBM jadi kami harus membelinya dari pengecer yang harganya lebih mahal dari harga di SPBU karena ada biaya angkutnya," kata seorang nelayan. Nelayan tersebut mengadukan soal mendangkalnya muara sungai yang menyebabkan kapal nelayan sulit untuk melaut dan berlabuh. "Muara sungai tambah mendangkal. Kami minta dikeruk agar kapal bisa lancar keluar masuk," katanya.Atas keluhan tersebut Presiden SBY menyatakan akan menginstruksikan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk berkoordinasi dengan Menteri PU dan pemerintah setempat untuk pendalaman muara. "Dan perbaikan perkampungan nelayan," kata SBY.Usai dialog SBY menyempatkan memborong satu tong ikan dan seekor ikan pari berukuran besar dengan berat lebih dari 5 kg. Satu tong ikan yang berukuran setinggi dana orang dewasa dan ikan pari seberat lebih dari 5 kilogram itu dibeli dari nelayan yang baru selesai melaut.Nelayan menawarkan harga satu tong ikan dan ikan pari besar itu masing-masing Rp 50.000. Tapi Presiden SBY, yang didampingi Ny. Ani SBY dan sejumlah menteri, bukannya menawar tapi malah meminta agar satu tong ikan dan ikan pari itu masing-masing dihargai Rp 200.000.Usai dialog Presiden dan romobongan meninjau SDN II Labuhan. Kepada para siswa presiden menjanjikan akan memberikan bantuan buku-buku perpustakaan dan perbaikan toilet. (gtp/)


Berita Terkait