"Kami mengundang beberapa pihak dalam election visit program. Ada 14 negara yang terlibat dalam monitoring dan diikuti teman-teman pegiat pemilu baik international NGO, LSM-LSM dalam negeri, termasuk perguruan tinggi," kata komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di sela kunjungan Pilkada di BSD, Tangsel, Rabu (9/12/2015).
Ferry mengatakan dari 14 negara tersebut, sebanyak 8 adalah pejabat KPU dan 6 perwakilan dari kedutaan besar di Indonesia. Mereka ikut meninjau bersama komisioner KPU dalam 3 rombongan berbeda ke beberapa TPS yang tersebar di Tangsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia sebagai the most complicated election in the world betul-betul dirasakan teman-teman dari berbagai negara," imbuh mantan ketua KPU Jabar itu.
Perwakilan Korsel (Foto: Iqbal/detikcom) |
Sementara itu, salah seorang perwakilan dari Korea Selatan Kim Su-Yeon yang duduk sebagai penyelenggara pemilu Korsel sebagai director of international cooperation division, mengatakan Pilkada serentak hari ini berhasil dikelola dengan baik oleh KPU.
"Proses pemilihan dikelola dengan baik sesuai budaya Indonesia. Dan hal yang paling berkesan adalah saat melihat orang-orang dapat berpartisipasi secara menyeluruh dalam pemilihan (pemungutan suara -red)," ucap Kim Su-Yeo dalam bahas Inggris saat berbincang di sela penghitungan suara TPS di Jelumpang Tangsel.
Dia menyebut bahwa Korea Selatan juga mengadakan pemilihan di tingkat lokal, selain memilih Presiden dan parlemen (National Assembly). Namun partisipasi pada pemilihan lokal lebih rendah.
"Partisipasi pemilihan lokal sekitar 40-50 persen, lebih rendah dari pemilihan presiden sekitar 70 persen," ucapnya ramah.
"Kami mengadakan pemilihan secara simultan dalam satu hari," imbuh Kim yang mengaku baru pertama meninjau pemilu di Indonesia itu. (miq/imk)












































Perwakilan Korsel (Foto: Iqbal/detikcom)