Adalah TPS 03, Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Bantul yang menempuh cara berbeda. Di desa ini, petugas TPS memilih areal pemakaman desa setempat sebagai ajang pemungutan suara dalam gelaran Pilkada Bantul.
TPS di desa ini memang tak benar-benar berada di antara batu nisan pemakaman. Petugas menggunakan bangsal makam yang biasa digunakan sebagai ruang penyimpanan keranda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Pemilihan areal makam sebagai TPS bukan tanpa alasan. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sengaja menghadapkan para pemilih dengan makam agar teringat akan kematian. Dengan begitu, saat melakukan pencoblosan, diharapkan warga tidak memutuskan berdasar suap ataupun iming-iming, tapi hati nurani.
![]() |
Di Bantul, sebanyak 691.445 warga masuk dalam daftar pemilih tetap, 262 di antaranya berada di TPS 03 Karangtalun. Hari ini seiring pilkada serentak, warga Bantul akan memilih salah satu dari dua pasang calon yakni Suharsono-Abdul Halim Muslih yang diusung Partai Gerindra, PKB dengan nomor urut 1, sementara lawannya adalah petahana Sri Suryawidati yang menggandeng Asisten Sekretasis Daerah, Misbakhul Munir. Petahana dan birokrat ini diusung PDIP dan Partai NasDem. (mok/erd)













































