Dengan dibantu anggota TNI Polri, 121 Warga Grumbul Jomblang dapat mengikuti Pilkada Serentak 9 Desember meskipun harus bersusah payah menempuh jalan yang sangat licin. Mereka mempunyai harapan yang sangat besar pada calon Bupati dan wakil Bupati yang terpilih nantinya agar ada akses bagi warga Grumbul.
"Harapan ke Bupati dapat dibikin jembatan, jalannya diperbaiki, soalnya kasihan nyebrang kali, ke mana-mana nyebrang kali, ke Desa sebelah nyebrang ke sini nyebrang," kata Miswati Warga Grumbul Jomblang, Rabu (9/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Grumbul Jomblang memang diapit oleh dua sungai besar, yakni sungai Karang dan sungai Gintung, sehingga aktivitas warganya sehari-hari untuk menuju kota harus memutar sejauh 35 kilometer atau menyebrangi sungai yang sangat deras. Untuk dapat menyebrang biasanya warga tidak berani jika berjalan sendirian, setidaknya harus terdapat 2-3 orang untuk saling berpegangan agar dapat menyebrang.
"Iya di antara sungai. Sungai Karang dan sungai Gintung, jadi kayak pulau. Kalau sekolah ada di Kaliputih, tidak nyebrang sungai tapi lewatnya sawah," ujarnya.
Miswati mengaku baru kali ini ikut memberikan suaranya dalam Pilkada, karena pada tahun sebelumnya saat Pemilu dirinya dan warga Grumbul Jomblang tidak ada yang ikut nyoblos setelah sungai Gintung meluap.
"Jalan lain ada tapi jauh muternya, nyoblos ini baru satu kali. Pemilu tahun lalu tidak bisa karena sungainya besar," ungkapnya.
Pilkada Purbalingga diikuti oleh dua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati, diantaranya yakni no urut 1. Tasdi dan Dyah Hayuning Pratiwi (Tasdi-Tiwi) dan no urut 2. Sugeng dan Sucipto (Sugeng-Cipto).
(arb/tor)












































