Australia Ingatkan Kemungkinan Teror Pasca Vonis Ba'asyir
Jumat, 04 Mar 2005 11:01 WIB
Jakarta - Serangan teroris mungkin terjadi sebagai respons dari para pendukung Abu Bakar Ba'asyir atas vonis penjara yang dijatuhkan kepada ustadz itu. Demikian disampaikan Komisioner Kepolisian federal Australia, Mick Keelty.Dikatakan Keelty, badan-badan intelijen akan memperbarui penilaian ancaman teror, dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya respons kekerasan dari para pendukung Ba'asyir. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/3/2005)."Kami sudah khawatir soal ini pada saat penangkapan dia karena dia merupakan figur begitu signifikan," tukas Keelty kepada radio ABC. "Kami akan mendengarkan badan-badan intelijen dan tidak diragukan lagi mereka akan melakukan penilaian ancaman terbaru saat ini sehubungan dengan vonis tersebut," imbuh pejabat senior kepolisian negeri Kangguru itu.Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/3/2005) kemarin menjatuhkan vonis penjara 2,5 tahun untuk Ba'asyir atas konspirasi dalam pengeboman Bali tahun 2002 silam. Vonis tersebut telah mengundang kritikan dari pemerintah asing, khususnya dari Australia dan Amerika Serikat. Keduanya mengharapkan hukuman yang lebih berat bagi Ba'asyir.Keelty juga menganggap bahwa hukuman itu mengecewakan. Namun fakta bahwa telah ada putusan pengadilan mengenai kasus Ba'asyir, itu sudah merupakan terobosan nyata.
(ita/)











































