Teknologi Makin Canggih, JK Minta BPK Harus Lebih Cerdik dari Koruptor

Teknologi Makin Canggih, JK Minta BPK Harus Lebih Cerdik dari Koruptor

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 09 Des 2015 11:58 WIB
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/Detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini membuka kerjasama lembaga pemeriksa keuangan antardunia. Dalam acara tersebut JK berpesan bahwa BPK harus lebih pintar daripada penjahat keuangan.

"Karena anggaran kita makin besar, kemudian teknologi juga makin canggih, maka pengetahuan harus lebih baik daripada yang salah. Kalau orang korupsi lebih pintar daripada BPK, bahaya nih," ujar Jusuf Kalla, di Crowne Plaza Jakarta, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015).

Pesan itu JK sampaikan dalam acara pembukaan INTOSAI (International Organization of Supreme Audit Institutions) Development Initiative - Asian Organization of Supreme Audit Instituations (IDI ASOSAI) Meeting With SAI Management and Key Stakeholders. Hadir dalam acara itu Ketua BPK Haris Azhar, diskusi antar negara ini akan berlamgsung selama tiga hari sejak tanggal 9 - 11 Desember.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan lembaga audit antar negara, khususnya Asia ini bertujuan untuk saling menukar pandangan, pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman dalam melakukan audit di tiap negara. Hal itu karena setiap negara telah memiliki sistem ekonomi, pemerintahannya, perdagangan dan investasinya baik sehingga butuh pengawasan yang baik.

"Karena suatu negara saling berhubungan maka tentulah harus masih mempunyai akuntabilitas dan transparansi dari suatu negara untuk negara-negara lain. Apabila kita berhubungan dengan banyak negara, tentu masing-masing negara ingin mengetahui transparansi, akuntabilitasnya dan kesanggupan untuk melaksanakan segala kewajiban dan keterbukaan ini," kata JK.

Menurut JK kemampuan badan pemeriksa keuangan harus berkembang sebaik-baiknya. Misalnya dari hal teknologi yang kian berkembang, serta harus didasari akuntabilitas.

"Semua dilaksanakan dengan sistem teknologi yang baik, yang cepat sehingga gabungan antara pengetahuan di bidang accounting, auditing, bugdeting, dengan IT," papar JK.

"Karena ini kan peningkatan capacity, development dari pada seluruh institusi untuk mengimbangi masalah-masalah negara. Juga dibutuhkan kerjasama antar negara karena kejahatan antar negara lebih banyak terjadi," imbuh JK.

JK menekankan bahwa lembaga auditor harus memiliki pengetahuan yang tinggi untuk mengimbangi cara tiap orang yang ingin merugikan negara seperti koruptor atau pihak yang melakukan malpraktek keuangan.

"Saya harapkan kerjasama ini dapat mengurangi risiko daripada penyelundupan dan kejahatan white collar antar negara yang terjadi selama ini," pungkasnya. (faj/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads