Coblos Wali Kota Semarang, Canda Gubernur Ganjar: Pilih Nomor 4!

Coblos Wali Kota Semarang, Canda Gubernur Ganjar: Pilih Nomor 4!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 09 Des 2015 10:31 WIB
Coblos Wali Kota Semarang, Canda Gubernur Ganjar: Pilih Nomor 4!
Foto: Angling/detikcom
Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sudah ber-KTP Semarang, ikut mencoblos untuk pemilihan Wali Kota Semarang. Ditemani istri, Siti Atikoh, Ganjar memberikan suaranya di TPS 2 Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur tidak jauh dari rumah dinasnya.

Pukul 08.05 Ganjar tiba bersama rombongan termasuk didampingi Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono. Ganjar menyapa sejumlah warga dan mengingatkan agar menggunakan hak suara, ia juga sempat berbincang dengan petugas linmas.

"Aman, pak? Jenenge wae pak Slamet, mesti Slamet terus," kata Ganjar kepada petugas bernama Slamet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti warga lainnya, Ganjar mengikuti prosedur dengan menunjukkan undangan kemudian mengantre. Ganjar tercatat sebagai pemilih nomor 328 dari 334 jumlah pemilih di TPS tersebut.

Sebelum menentukan pilihan, Ganjar dan istri menujukkan surat suara mereka. Setelah dicoblos, kertas suara dimasukkan ke kotak suara. Ganjar juga memamerkan jari kelingking kanannya yang sudah dicelup tinta.

"Saya pilih nomor 4," tandas Ganjar bercanda.



Ungkapan Ganjar itu jelas bercanda karena di Kota Semarang Pilkada diikuti tiga paslon yaitu nomor 1 Soemarmo HS-Suber Syafawi, nomor 2 Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati, dan nomor 3 Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso.

Usai pencoblosan, Ganjar berpesan para pemimpin yang terpilih bisa melakukan gebrakan memperbaiki kota dengan sebutan kota Atlas itu. Namun ia menyesalkan di beberapa daerah masih ada aduan terkait money politic hingga pagi tadi.

"Sampai pagi tadi masih terima SMS, baca berita masih banyak money politic. Money politic masih jadi penyakit jahiliyah," kata Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu juga menerima aduan dari Kebumen, tapi secara mengejutkan aduan tersebut gugur karena alasan sudah damai. Meski demikian damai yang dimaksud karena barang buktinya tidak valid.

"Dari Kebumen bilang 'pak, saya harus melapor ke mana?'. Tapi kemudian katanya damai. Damai gimana? Katanya barang bukti tidak valid. Ya kalau tidak diproses karena jaga hubungan, itu bahaya," pungkasnya.

Ia berharap badan pengawas pemilu harus memiliki taring untuk menindak pelanggaran-pelanggaran termasuk money politic. Menururt Ganjar seharusnya pengawas bisa maksimal karena sudah memiliki wilayah kerja yang jelas.

"Bawaslu bisa sangat fokus keran teritori wilayah kerja jelas. Validasi laporan, jangan ragu, jangan masuk angin. Apalagi tertangkap tangan, harus go," tegasnya.

Setelah melakukan pencoblosan, Ganjar beserta rombongan beranjak menuju Mapolda Jawa Tengah untuk teleconference dengan Menkopolhukam, Luhut B Pandjaitan. Setelah itu rencananya ia akan memantau sejumlah TPS di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal (alg/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads