Senin-Selasa (7-8/12/2015) waktu Belgia, rombongan jurnalis Indonesia diajak bertemu dengan perwakilan Kerajaan Belgia dan perusahaan swasta. Ada harapan, hubungan ekonomi Belgia dan Indonesia kian erat, terutama terkait ekonomi dan teknologi.
Direktur Umum Agensi Perdagangan Luar Negeri Belgia, Marc Bogaerts, mengaku sangat antusias dengan misi perdagangan Belgia ke Indonesia. Fokusnya adalah bidang maritim, agribisnis, dan teknologi. Khusus untuk Bandung, Belgia tertarik dengan smart city.
"Kami dengar Bandung mempunyai hal istimewa terkait pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan kota," kata Bogaerts yang mempresentasikan rencana kegiatan selama di Indonesia didampingi sejumlah manajer Agensi Perdagangan Luar Negeri.
![]() |
Dalam presentasi, Bogaerts menyebut nama Wali Kota Ridwan Kamil. Ia mengaku ingin tahu lebih banyak tentang smart city Bandung. Bagaimana ia mendapatkan informasi tentang Bandung?
"Saya mempunyai partner di ITB," katanya kepada detikcom usai presentasi.
Bandung juga disebut-sebut saat rombongan jurnalis Indonesia berkunjung ke perusahaan pengelolaan sampah medis, AMB Ecosteryl di Kota Mons, Selasa (8/12/2015). Manajer Regional Asia, Nikola Dizdar dan Direktur Sales, Amelie Matton, mengaku tak asing dengan Bandung dan kemajuannya di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil. Apalagi Nikola dan Amelie pernah ke Indonesia.
Pendiri Vox Teneo, Francois Dupont, juga akrab dengan Bandung. Sebab, ia memiliki kantor di kota Paris van Java itu. Vox Teneo adalah perusahaan software dan teknologi yang berpusat di Belgia. Indonesia, terutama Bandung, merupakan satu-satunya kantor cabang di Asia. Ada kantor Singapura, tapi untuk bidang komersial.
Utusan misi perdagangan Belgia siap ke Indonesia tahun depan. Mereka berharap bisa mempererat hubungan sekaligus menggaet partner. Juga, tentu saja, menghilangkan rasa penasaran akan Bandung. (try/mad)












































