Datang Paripurna Telat, Anggota DPR Ini Heran Ternyata Sudah Bubar

Datang Paripurna Telat, Anggota DPR Ini Heran Ternyata Sudah Bubar

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 23:17 WIB
Datang Paripurna Telat, Anggota DPR Ini Heran Ternyata Sudah Bubar
Revisi UU KPK Ditunda --- Rapat Paripurna ke-12 DPR RI yang membahas revisi UU No 30/2002 tentang KPK dan RUU tentang Pengampunan Pajak ditunda oleh pimpinan DPR, Selasa (8/12/2015). Foto: Ari Saputra
Jakarta - DPR menggelar rapat paripurna malam hari untuk membahas dua Rancangan Undang-Undang (RUU) dari Badan Legislasi. Namun, para wakil rakyat itu kembali berulah karena ternyata ramai-ramai bolos rapat paripurna. Ada 413 anggota DPR yang tak hadir.

Agenda yang dibahas adalah laporan Baleg soal RUU KPK menjadi inisiatif DPR dan RUU Tax Amnesty menjadi inisiatif pemerintah. Rapat yang dimulai pukul 20.17 WIB, ditutup pukul 20.30 WIB atau hanya berlangsung sekitar 13 menit.

"Sesuai dengan rapat Bamus, apabila kuorum tidak tercapai maka paripurna kita undur sampai paripurna ke depan hari Selasa (15/12). Apakah dapat disetujui?" tanya Fahri memulai rapat di gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setuju..!!" ucap beberapa anggota. Beberapa lainnya interupsi agar jangan dulu diputuskan. Tapi tok! Fahri tetap putuskan rapat ditunda.

Lantaran masih ada interupsi, Fahri tetap menerima interupsi dari 5 orang anggota yang tak ingin buru-buru ditutup. Dalam interupsinya, anggota mengkritik rapat yang tak kuorum karena alasan Pilkada dan meminta paripurna ditunda sampai Kamis (10/12), jangan minggu depan.

"Jadi cukup ya, karena tak bisa kuorum maka rapat selesai dan kita tutup dengan mengucapakan hamdalah," kata Fahri sambil mengetok palu lagi. Tok!

Dalam absensi tercatat ada 144 anggota yang hadir, tapi faktanya tak lebih dari 100 orang yang duduk di dalam. Mereka lalu meninggalkan paripurna yang tak memutuskan apapun itu. Padahal paripurna sudah ditunda.

Nah, saat para wakil rakyat itu meninggalkan ruang sidang paripurna dan menyisakan hanya beberapa anggota yang masih berbincang di depan ruang paripurna, ada seorang anggota DPR yang telat hadir di paripurna.

Adalah anggota Fraksi PKS Nurhasan Zaidi yang datang sekitar pukul 20.50 WIB. Langkahnya terhenti di bawah tangga depan pintu ruang paripurna. Dia tampak heran dengan suasana yang sepi karena ternyata paripurna sudah bubar.

Ruang sidang sudah kosong melompong dan hampir semua wartawan sudah meninggalkan pelataran ruang paripurna. Hanya ada 5 anggota DPR yang masih diskusi di antara tangga depan pintu masuk itu.

Anggota Fraksi PKS Nurhasan Zaidi(paling kanan berbatik) datang setelah paripurna DPR bubar (Foto: M. Iqbal/detikcom)


Zaidi kemudian berbicara dengan seorang wartawan yang berdiri di dekatnya, lalu berjalan ke pintu samping ruang paripurna. Setelah dipastikan paripurna sudah bubar, politisi PKS itu lalu meninggalkan ruang paripurna.

"Kalau di DPR memang kita anggota standby, setiap saat kalau ada rapat dadakan stand by. Mungkin karena ada kunker atau mungkin juga Pilkada (besok)," ucap Hasan.

Tentu meski terlambat, upaya Hasan untuk tetap hadir di paripurna malam ini, masih lebih baik dibandingkan dengan 413 anggota DPR yang sama sekali tak tampak batang hidungnya.

Politikus PKS asal Jawa Barat itu tak ambil pusing dan akhirnya meninggalkan ruang paripurna DPR. Hasan tak ingin menyalahkan siapapun soal paripurna yang ditunda dan mungkin memecahkan rekor sebagai paripurna tersepi, karena jumlah anggota yang tak hadir mencapai 415 orang.

"Bamus yang menentukan (agenda paripurna)," ucap Hasan tersenyum kalem sambil berjalan meninggalkan paripurna. (miq/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads