"Jendela rusun kita ditutup rapat, pengap, alasannya biar tidak bunuh diri," ungkap Ahok dalam sambutan kerja sama itu di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Hadir dalam penandatangan kerja sama itu, hadir Staf Ahli Kementerian PUPR Bidang Hubungan Antar Lembaga Mirna Amin. Ahok melanjutkan, seharusnya rusun-rusun tak perlu ditutup rapat seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok ingin semua penduduk rusun menikmati fasilitas dan hidup nyaman. Sirkulasi udara harus dibiarkan bersih, tak perlu ditutup-tutup kelewat rapat hanya gara-gara takut ada orang bunuh diri.
"Jangan sampai ketakutan ini membuat suasana tidak baik," kata Ahok.
Soal perjanjian kerja sama, Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan Pemprov DKI membangun rusun di Pasar Rumput, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Rusun tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terkena relokasi di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Kerja sama yang dijalin ini direncanakan sampai lima tahun ke depan.
"Mudah-mudahan bisa menyelesaikan persoalan di sepanjang Sungai Ciliwung," kata Mirna.
Mirna menjelaskan, biaya untuk membangun rusun di Pasar Rumput sebesar Rp 950 miliar. Rusun itu akan dibangun 25 lantai, dua tower, di atas lahan 120 ribu meter persegi. Kementerian PUPR bekerjasama membangun Rusun Pasar Minggu nantinya. (dnu/bag)










































