Empat orang yang ditangkap jajaran Satreskrim Polres Bantul masing-masing Eko Budiono, warga Nanggulan Kuloprogo; Heri Setiawan, warga Srihardono Pundong Bantul; Hasan Fatoni, warga Wukirsari Imogiri Bantul dan Tugiman Susanto, warga Panggungharjo Sewon Bantul.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, komplotan ini mendatangi para korban dan menyinggung kasus-kasus yang pernah terjadi dan diduga melibatkan perangkat desa. Mereka mengaku sebagai anggota Intel KPK dan melengkapi dengan ID Card, lencana dan surat tugas. Selanjutnya komplotan ini menakut-nakuti calon korbannya dengan mengancam akan memproses secara hukum.
Tak hanya itu, para pelaku ini juga menenteng senjata api setiap kali mendatangi para calon korban.
"Jadi mereka menakut-nakuti dan selanjutnya meminta uang. Mereka juga bawa senjata jenis pistol, jadi korban juga gentar akhirnya. Kita tangkap kemarin saat mendatangi perangkat di desa Munthuk," tambahnya.
Dalam upaya pemerasan di desa Terong, komplotan Intel KPK gadungan ini berhasil mendapatkan uang Rp 50 juta. Namun saat berniat mendatangi perangkat di desa Munthuk yang juga di kecamatan Dlingo, komplotan ini akhirnya berhasil dibekuk polisi.
![]() |
Dari ke empat orang ini polisi mendapati lencana, ID Card hingga surat tugas berkop KPK. Namun setelah dicermati, tulisan yang tertera bukan Komisi Pemberantasan Korupsi tapi Khusus Pemburu Kasus.
"Meski mirip tapi semuanya palsu, artinya bukan KPK anti korupsi itu. Namun senjata yang mereka gunakan salah satunya asli yakni pistol jenis Baretta dengan 8 amunisinya. Sedangkan empat senpi lainnya adalah Airsoft Gun.
Terkait keberadaan senjata api jenis, polisi masih terus menyelidiki asal-usul pistol jenis Baretta dan amunisinya.
Sementara itu Eko Budiono, salah satu tersangka mengelak jika selama ini mengaku sebagai intel Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Memang sebutannya KPK tapi itu Khusus Pemburu Kasus bukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kami menyelidiki kasus-kasus dan mengumpulkan informasi yang akan kami serahkan ke polisi," ujar pecatan polisi yang mengaku bernaung di bawah kantor KPK (Khusus Pemburu Kasus) di Tangerang. (dhn/dhn)













































