"Kami meminta Setya Novanto meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan turun dari jabatan Anda," begitu salah satu bunyi pernyataan mereka saat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesembilan butir keprihatinan itu adalah 1). Novanto telah memberikan teladan buruk, 2). miskin integritas, 3). miskin etika dan moral, 4). tidak mampu menjunjung kebenaran, 5). tidak amanah, 6). mencari keuntungan di atas ketertindasan, 7). tidak menyesali kesalahan, 8). mengingkari sumpah jabatan, 9). tindaknnya merupakan warisan buruk bagi anak bangsa.
![]() |
Aksi ini berlangsung selama kurang lebih dua jam dari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Grup musik Efek Rumah Kaca (ERK) juga ikut dalam aksi ini untuk melakukan performing art. Mereka membawakan dua buah lagu berjudul 'Mosi Tidak Percaya' dan 'Di Udara'.
Vokalis ERK Cholil mengatakan performing art ini adalah sebagai bentuk partisipasi politik melalui lagu. "Saya ke sini juga dadakan, diajakin anak-anak dari ICW dan yang lain. Harapan kami, ini bentuk protes kami, melakukan partisipasi politik dalam bentuk nyanyi," kata vokalis ERK, Cholil, kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
Saat ini aksi telah berakhir. Mereka menyisakan spanduk raksasa berbentuk karangan bunga yang dipajang di pagar DPR berisi sindiran tajam kepada wakil rakyat yang mulia: "Selamat Hari Antikorupsi, Terimakasih Atas Kerjasamanya, Aliansi Koruptor Indonesia - Forum Mafia Indonesia".
(erd/nrl)













































