Masyarakat Antikorupsi Desak Novanto Mundur dan Minta Maaf ke Rakyat

Masyarakat Antikorupsi Desak Novanto Mundur dan Minta Maaf ke Rakyat

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 16:31 WIB
Masyarakat Antikorupsi Desak Novanto Mundur dan Minta Maaf ke Rakyat
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Aliansi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang terdiri dari Indonesia Corruption Watch, Perempuan Antikorupsi, Yappika, IBC,  Change.org, PWYP, MAPPI, IKA SAKTI Tangerang, Truth, dan TII menggelar aksi 'Bersihkan DPR' di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka menuntut Setya Novanto mundur dari jabatannya selaku Ketua DPR dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

"Kami meminta Setya Novanto meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan turun dari jabatan Anda," begitu salah satu bunyi pernyataan mereka saat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindakan Novanto yang diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia itu dinilai pelanggaran yang serius. Aliansi pun menyatakan sembilan butir keprihatinannya.

Kesembilan butir keprihatinan itu adalah 1). Novanto telah memberikan teladan buruk, 2). miskin integritas, 3). miskin etika dan moral, 4). tidak mampu menjunjung kebenaran, 5). tidak amanah, 6). mencari keuntungan di atas ketertindasan, 7). tidak menyesali kesalahan, 8). mengingkari sumpah jabatan, 9). tindaknnya merupakan warisan buruk bagi anak bangsa.



Aksi ini berlangsung selama kurang lebih dua jam dari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Grup musik Efek Rumah Kaca (ERK) juga ikut dalam aksi ini untuk melakukan performing art. Mereka membawakan dua buah lagu berjudul 'Mosi Tidak Percaya' dan 'Di Udara'.

Vokalis ERK Cholil mengatakan performing art ini adalah sebagai bentuk partisipasi politik melalui lagu. "Saya ke sini juga dadakan, diajakin anak-anak dari ICW dan yang lain. Harapan kami, ini bentuk protes kami, melakukan partisipasi politik dalam bentuk nyanyi," kata vokalis ERK, Cholil, kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Jl Gatot Subroto, Jakarta.

Saat ini aksi telah berakhir. Mereka menyisakan spanduk raksasa berbentuk karangan bunga yang dipajang di pagar DPR berisi sindiran tajam kepada wakil rakyat yang mulia: "Selamat Hari Antikorupsi, Terimakasih Atas Kerjasamanya, Aliansi Koruptor Indonesia - Forum Mafia Indonesia".

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads