Turuti Kemauan Setnov Saat Sidang, Cara Kerja MKD Mengherankan

Turuti Kemauan Setnov Saat Sidang, Cara Kerja MKD Mengherankan

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 15:59 WIB
Turuti Kemauan Setnov Saat Sidang, Cara Kerja MKD Mengherankan
Foto: Fuad Hasim
Jakarta - Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) digelar tertutup untuk terlapor Ketua DPR Setya Novanto. Sementara pelapor Menteri ESDM Sudirman Said dan saksi Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin digelar terbuka.

Selama persidangan, Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin banyak dicecar pertanyaan oleh anggota MKD. Ahli bahasa yang dihadirkan, yakni ahli sosiolonguistik dari Sekolah Tinggi Intelijen, Yayah Bachria Mugnisyah juga diperlakukan serupa.

Mereka justru diperlakukan seperti pihak yang bersalah. Hal ini yang dinilai tidak adil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tindakan yang diskriminatif. Teradu justru diberi opsi (persidangan) terbuka atau tertutup. Ini mengherankan. Majelis dikontrol oleh teradu," kata peneliti dari Indonesian Institute for Development and Democracy Arif Susanto dalam diskusi Koalisi Masyarakat Berantas Mafia Parlemen Menyikapi Perkembangan Sidang MKD di Dre's Kopitiam, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2015).

Hadir juga dalam acara ini pengamat politik Jerry Sumampow, pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti, rohaniwan sekaligus aktivis anti korupsi Romo Benny Susetyo dan peneliti dari Formappi Sebastian Salang.

"Ini menunjukkan DPR terus menerus mendegradasi dirinya," imbuh Arif.

Arif juga heran karena MKD terus menerus mempermasalahkan hal yang tidak substansial seperti legalitas laporan Sudirman Said dan bukti rekaman yang diserahkan. MKD dinilai tidak menunjukkan kewibawaannya sebagai majelis yang terhormat.

"Ini hanyalah puncak gunung es. DPR adalah parasit yang menggerogoti anggaran negara," ujarnya.

(kff/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads