"Episode sidang MKD pada 7 Desember yang memeriksa Novanto secara tertutup membuktikan bahwa sidang MKD adalah dagelan elit politik untuk menghibur rakyat, yang jika tidak ada terobosan baru, maka skandal renegosiasi kontrak Freeport hanya akan berakhir antiklimaks dan tidak membawa perubahan apa pun," kata Ketua Setara Institute, Hendardi, kepada wartawan, Selasa (8/12/2015).
Yang tak kalah menggelikan, menurut Hendardi, adalah manuver sejumlah anggota di tengah kasus Novanto. Beberapa anggota MKD terang-terangan membela Novanto, beberapa lainnya seolah mendorong sidang terbuka namun begitu sidang ditutup juga tak berbuat apa-apa.
"Pembelaan membabi buta sejumlah anggota MKD yang seolah-olah dirinya memperjuangkan sidang terbuka tetapi pasrah ketika majelis memutus mengikuti kemauan Novanto untuk sidang tertutup, adalah parodi menggelikan karena semestinya mereka bisa berbuat lebih, termasuk walkout dari proses itu," katanya.
Baginya kini MKD tak bisa diharapkan lagi. Satu-satunya jalan yang masih jelas terlihat mungkin adalah pengusutan kasus ini lewat jalur hukum seperti penyelidikan di Kejagung.
"Tidak ada harapan lagi pada MKD, apalagi sekarang sibuk mengurus mengejar Reza Chalid dan tidak fokus adili etika pejabat yang tidak terlalu penting menggali fakta-fakta detail," sesalnya. (van/nrl)











































