Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyebutkan bahwa institusi yang dipimpinnya kini tengah menyelidiki perkara dugaan pemufakatan jahat. Kemarahan Jokowi disebut Prasetyo sebagai suasana kebatinan Presiden melihat kondisi terkini.
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo (dok detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu suasana kebatinan beliau sebagai Presiden. Tanpa diperintah kami kan sudah bergerak. Kan kami bukan robot," ucap Prasetyo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (8/12/2015).
Prasetyo menyebut bahwa kemarahan Jokowi sudah sepantasnya diutarakan. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) itu mengatakan bahwa sebuah lembaga negara memang tak patut dilecehkan.
Baca juga:Β Jokowi Marah: Saya Tak Apa Dikatakan Gila, Tapi Jangan Mencatut!
"Bahwa lembaga negara itu tak boleh dipermainkan dan sebagainya. Memang sudah sepatutnya," kata Prasetyo.
Saat ini Kejaksaan Agung (Kejagung) memang tengah menyelidiki kasus pemufakatan jahat yang disebut Prasetyo bermuatan korupsi. Prasetyo menegaskan penegakan hukum akan terus dilakukan demi kepentingan bangsa.
"Saat ini masih penyelidikan. Kami berusaha untuk mencari bukti-bukti permulaan untuk nantinya dinaikkan ke tahap penyidikan," ujar Prasetyo.
Baca juga:Β Ini Pernyataan Lengkap Kemarahan Jokowi Terkait Kasus 'Papa Minta Saham'
Sebelumnya pada Senin (7/12) malam, dengan mimik serius dan suara bergetar Presiden Joko Widodo menanggapi soal persidangan kasus 'Papa Minta Saham' oleh MKD DPR. "Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, presiden koppig, nggak apa-apa. Tapi kalau sudah menyangkut wibawa, mencatut, meminta saham 11 persen, itu yang saya tidak mau. Nggak bisa!" ujar Jokowi marah. (dhn/nrl)












































Jaksa Agung Muhammad Prasetyo (dok detikcom)