Buntut Tawuran
1.056 Praja STPDN Dipulangkan, 1.004 Dihukum, 3 Dipecat
Jumat, 04 Mar 2005 10:44 WIB
Jakarta - Gara-gara tawuran massal pada 1 Maret lalu, sebanyak 1.056 praja Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN dipulangkan ke kampungnya masing-masing hingga waktu yang tidak jelas. Sedangkan 1.004 praja lainnya kena hukuman di dalam kampus STPDN di Jatinangor, Sumedang."Yang dipulangkan adalah praja tingkat IV. Mereka dipulangkan hingga waktu yang tidak ditentukan," kata Ketua STPDN I Nyoman Sumaryadi pada detikcom per telepon, Jumat (4/3/2005) pukul 10.20 WIB.Apakah pemulangan itu identik dengan pemecatan? "Tidak sama. Mereka bisa kembali lagi ke kampus setelah dievaluasi. Tergantung kedewasaan mereka," jelas Nyoman.Apakah waktu skorsing bisa mencapai setahun? "Tergantung kedewasaan mereka. Pemda asal mereka nanti bisa mengirim rekomendasi untuk pengiriman kembali mereka ke sini," jawab Nyoman.Sedangkan praja yang dikenai hukuman di dalam kampus adalah praja tingkat II. "Mereka melaksanakan tugas-tugas tertentu di dalam kampus," kata Nyoman.Selain aneka sanksi tersebut, tiga praja lainnya dipecat yaitu Simon Salossa (praja tingkat II) asal Papua, Hasyim Siregar (praja tingkat IV) asal Sumut dan Andi Arswandi (praja tingkat IV) asal Sulsel. Upacara pemulangan dan pemecatan praja itu telah dilaksanakan Kamis kemarin.Seperti diberitakan, tawuran di STPDN terjadi saat ribuan praja dari tingkat II dan IV sedang makan siang, 1 Maret silam. Dalam acara makan itu, kedua kubu praja saling mengejek. Aksi saling ejek itu, berlanjut pada aksi lempar buah-buahan dan piring.Kejadian itu berlangsung selama 10 menit. Suasana ricuh di ruang tersebut, mengundang kehadiran petugas keamanan STPDN. Tindakan anarkis tersebut berhasil direda oleh petugas. Belasan mahasiswa dari kubu tingkat II dan IV, mengalami luka berdarah pada wajah dan lengannya akibat lemparan piring beling.Kapolres Sumedang, AKBP Yoyok Subagiono, mengatakan, pemicu kericuhan itu adalah ulah Simon, praja tingkat II dari kontingen Papua, yang kedapatan membawa minuman keras oleh praja tingkat IV kontingan Sumatera Utara, Hasyim Siregar.Yoyok menjelaskan, Hasyim menemukan miras dalam tas Simon, saat mengikuti mata kuliah kesamaptaan, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu juga, Hasyim langsung memarahi Simon. Simon tak terima dengan cacian Hasyim. Akhirnya, Simon langsung memukul Hasyim. Perkelahian antar Simon dan Hasyim itu, tak berlangsung lama. Saat itu juga kedua praja tersebut kembali pada baraknya masing-masing.Pertikaian kedua praja itu berlanjut saat jadwal makan siang. Kedua praja itu saling melontarkan kata-kata ejekan. Dari ejekan itu akhirnya berlanjut pada aksi lempar-lemparan antarpraja, hingga menimbulkan korban luka.
(nrl/)











































