Melihat Markas Baru 'Wakil Tuhan' di Jalan Medan Merdeka Utara

Melihat Markas Baru 'Wakil Tuhan' di Jalan Medan Merdeka Utara

Rivki - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 08:04 WIB
Melihat Markas Baru Wakil Tuhan di Jalan Medan Merdeka Utara
Jakarta - Para 'Wakil Tuhan' di Mahkamah Agung (MA) sebentar lagi akan mempunyai markas baru. Gedung pencakar langit itu sudah mulai memperlihatkan penampakannya di kawasan silang Monas Jakarta Pusat. Gedung baru bernilai ratusan miliar itu terlihat paling perkasa di antara gedung pemerintahan lainnya.

Bangunan yang menjulang ke langit itu bisa dijumpai di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Gedung dengan arsitektur ala eropa terlihat paling kokoh di antara tetangganya di kawasan Merdeka Utara yang diisi Istana Negara, Istana Wakil Presiden, Kementerian Dalam Negeri dan Mabes TNI AD.Β 

Berdasarkan pandangan mata, Selasa (8/12/2015), gedung berwarna putih yang merupakan ikon dunia peradilan Indonesia nampaknya sedikit lagi bakal rampung diselesaikan. Gedung dengan tinggi 14 lantai itu nantinya akan bisa dipakai para hakim agung sebagai tempat kerjanya dan tempat untuk bersidang. Ada pun posisi gedung ini menjulang di gedung utama MA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilihat dari kawasan Monas, gedung itu sudah nampak rapih. Kaca-kaca dan kubah gedung seharga Rp 190 miliar sudah terlihat sempurna. Gedung yang dibangun tahun 2013 itu sedang berbenah di bagian dalamnya. Beberapa tukang terlihat masih sibuk memasukan bahan-bahan bangunan.
Sebagian tukang terlihat sedang memasang kaca-kaca dan sebagian lagi terlihat sedang memasang instalasi seperti aliran listrik dan lain-lain. Belum tahu kapan gedung ini akan diresmikan. Tetapi, bila dilihat dari progressnya gedung ini nampaknya siap dipakai pada pertengahan tahun 2016 nanti. Bisa dikatakan pembangunan gedung itu sudah memasuki proses 70 persen.

Beberapa fasilitas baru hadir di gedung baru ini. Fasilitas modern yang dipersiapkan untuk mendukung kinerja para 'Yang Mulia' hadir di sini, mulai dari fitnes center hingga ruang rapat pleno. Ruangan hakim agung yang dulunya mungkin hanya berukuran kamar kost atau 5x6 meter, akan diperluas di gedung ini.Β 

Di bagian atas atau rooftop, rencananya akan dibangun taman penghijauan untuk melepas penat para hakim agung dan karyawan MA. Di bagian bawah, akan dibangun basement untuk parkiran mobil dan motor.

Gedung ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan. Karena bertetangga dengan Istana Negara dinding gedung yang menghadap ke Istana Negara tidak berdinding kaca. Selain itu puncak gedung juga tidak boleh datar.

Lalu apakah gedung ini sangat perlu? Ketua MA, Hatta Ali pada saat awal-awal pembangunan mengatakan bangunan ini sangat diperlukan. Dia beralasan, bangunan lama di MA sudah overload.

"Sangat urgen dan saya kira sudah pernah ditinjau. Melihat kamar hakim agung sangat menyedihkan pejabat negara ruangan seperti itu karena duduk pun sulit karena sudah dipenuhi kertas," jelas Ketua MA Hatta Ali saat ditanya pembangunan gedung ini tahun 2013 lalu.

Tentunya keberadaan gedung baru ini diharapkan juga mampu memicu kinerja MA dan peradilan di bawahnya untuk memperbaiki cara kerjanya.

Semoga saja, gedung ini mampu menciptkaan dunia peradilan di Indonesia yang bersih, efisien dan independen sehingga gedung ini tak hanya menjadi simbol belaka. (rvk/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads