"Dari total 253 kasus kecelakaan yang melibatkan angkutan umum ini, kecelakaan yang paling sering terjadi yakni di wilayah Jakarta Selatan," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Selasa (8/12/0215).
Di wilayah Jaksel, tercatat ada 69 kasus kecelakaan selama kurun waktu tersebut. Kemudian urutan kedua teratas kecelakaan angkutan umum terjadi di wilayah Jakpus dengan kejadian 40 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara di Jakarta Utara ada 17 kasus dan Jakarta Barat 11 kasus," imbuh Budiyanto.
Selanjutnya, di wilayah Tangerang Kota terjadi 5 kecelakaan, Bekasi Kota 4 kasus dan Bekasi Kabupaten 3 kasus. Di urutan paling bawah kecelakaan terendah terjadi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 3 kasus.
Dari 253 kejadian kecelakaan tersebut menimbulkan 292 korban, dengan rincian 14 orang korban meninggal, 83 orang korban luka berat dan 195 orang korban luka ringan.
Ia berkata, kecelakaan yang melibatkan angkutan umum ini disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor sopir yang ugal-ugalan dan tidak konsentrasi, faktor kendaraan yang sudah tak laik jalan seperti remnya yang sudah tidak berfungsi.
"Paling banyak kecelakaan terjadi akibat pelanggaran lalu lintas," tutupnya. (mei/hri)











































