"Kami berharap Pilkada berjalan aman dan damai. Semua pihak harus mampu menahan diri agar tidak terjadi konflik horizontal. Pilkada kali ini merupakan ujian penting bagi demokrasi lokal kita," kata Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Jakarta, Senin (7/12/2015). Β
Agar Pilkada berjalan damai dan aman, tadi PKB menggelar doa bersama dengan ratusan anak yatim di Markas mereka. Selain itu, dia juga berharap abdi negara seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan lainnya mampu menjaga netralitas di Pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abdul Kadir, yang tidak kalah penting adalah sikap profesional harus ditunjukan para perangkat Pilkada dari mulai KPU, KPUD, Panwaslu, Bawslu, KPPS, dan lainnya. Sebab, di tangan mereka lah pelaksanaan Pilkada ini ditentukan aman atau tidak amannya.
"Jangan sampai ada provokasi atau keberpihakan mereka kepada salah satu pasangan sehingga menimbulkan konflik horizontal antarpendukung. Bekerjalah profesional," pintanya.
Anggota Komisi III itu juga meminta seluruh kader PKB yang maju menjadi calon pemimpin daerah, baik itu walikota, wakil walikota, gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakil bupati untuk dapat bekerja keras memenangkan pertarungan. Dia berpesan, setiap kader PKB harus mampu mengamankan suara. Artinya, mencatat seluruh perolehan suara dari mulai TPS hingga perhitungan akhir.
"Dengan bekerja dan berdoa, saya yakin seluruh kader PKB yang mencalonkan diri menjadi pemimpin lokal akan menjadi pilihan masyarakat," kata Abdul Kadir Karding yang juga Ketua Fraksi PKB MPR. (mok/hri)











































