Jokowi Ingin Metromini Ganti Bus Baru, Ahok: Yang Penting Tarif Terjangkau

Jokowi Ingin Metromini Ganti Bus Baru, Ahok: Yang Penting Tarif Terjangkau

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 07 Des 2015 22:38 WIB
Jokowi Ingin Metromini Ganti Bus Baru, Ahok: Yang Penting Tarif Terjangkau
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Ari Saputra/detikFOTO)
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) setuju dengan arahan Presiden Jokowi agar armada bus Metromini yang terkenal reyot itu diganti bus baru. Yang penting, tarif bus nantinya terjangkau masyarakat.

"Bagi kita yang penting kalau Menhub (Kementerian Perhubungan-red) semacam ada bus, jangan dibuat TransJabodetabek, (karena) membebani masyarakat," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Ahok menilai, konsep TransJabodetabek bisa berbuah tarif yang mahal. Namun bila beroperasi di DKI Jakarta saja, Ahok akan mengeluarkan beleid Public Service Obligation (PSO) dalam bentuk subsidi, konkretnya adalah sistem pembayaran Rupiah per kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan sistem itu, tarif yang dikenakan ke publik bisa lebih murah tanpa harus pusing-pusing memikirkan setoran. Karena itu tadi: dapat subsidi. Syaratnya, bus-bus itu beroperasi saja di DKI tanpa harus melintas Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Kasih DKI saja, biar tariknya seluruh Jakarta masuk satu," ucap Ahok.

Jokowi menginginkan Metromini menjadi badan usaha. Namun menurut Ahok itu artinya bukan berarti harus menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), melainkan cukup disuntik PSO.

"Enggak usah BUMD. Kita PSO saja," kata Ahok.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyampaikan Jokowi ingin agar armada Metromini bisa diperbarui. Selain itu, Jokowi juga ingin agar Metromini dijadikan badan usaha.

"Arahan Presiden, Metromininya baru-baru, jadikan badan usaha, diberikan subsidi," ujar Jonan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (7/12). (dnu/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads